Random thought
Ada saat-saat saya rasanya ingin mengutarakan opini saya tentang suatu hal random secara bebas, tanpa banyak pertimbangan.
Ini salah satunya.
Beberapa kali dalam pergaulan, saya dipertemukan dengan lelaki yang bersifat kewanita-wanitaan atau kemayu. Takbir saat SD, Fadhil di SMP, Syahrir di bangku SMA, dan pertemuan saya yang paling baru, dengan pelayan di cafe dekat rumah.
Ada rasa familiar di benak saat berinteraksi dengan mereka. Sejauh hemat saya, publik sejak dulu memberikan stereotipe negatif kepada mereka. Perkataan-perkataan seperti 'tidak sesuai kodrat', 'kasihan orang tuanya', 'bagaimana masa depannya nanti?' sering bersirkulasi di udara. Tentu saja mereka merasakan beban berat dari momok kehadiran mereka, tapi sudah terlatih pula mereka menyimpannya dengan rapi.
Rasa familiar yang saya utarakan tadi justru bernilai sangat positif. Mereka semua terasa familiar, karena aura keceriaan yang mereka tularkan. Bahkan nada suara mereka menjanjikan persahabatan. Teman laki-laki saya yang bersifat kewanita-wanitaan adalah teman yang paling perhatian, sabar, dan selalu membawa kebahagiaan. Seperti pelayan di cafe tadi yang bersenandung mengikuti alunan lagu yang sedang diputarkan. Angin baru terasa mengisi ruangan, menjadikan pekerjaan yang rumit menjadi menyenangkan.
And I think that's a really good quality of a person, no matter what most people claim.
For that specific people who feel ashamed of themselves for being who they are, don't be, cause you are so invaluable.
Much love.

















