Kemenkes Skrining Kesehatan Jiwa 10 Ribu Dokter Internsip di Indonesia
hainews.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) yang melibatkan 10.564 peserta di seluruh Indonesia. Kebijakan tersebut diambil sebagai respons atas enam kasus meninggalnya peserta internship yang terjadi sepanjang 2026.
Dalam evaluasi tersebut, seluruh peserta diwajibkan menjalani pemeriksaan…
DENGUE di Indonesia tercatat memberikan sumbangan sekitar 17 persen dari total kematian dengue global pada 2025. Hingga kini Indonesia masih
DENGUE di Indonesia tercatat memberikan sumbangan sekitar 17 persen dari total kematian dengue global pada 2025. Hingga kini Indonesia masih menanggung beban penyakit dengue yang tinggi.
Indonesia tercatat sebagai negara dengan beban dengue tertinggi di Asia Tenggara dan kedua tertinggi di dunia.
Kemenkes memang melaporkan angka kematian akibat dengue di Indonesia telah menurun dari 0,9 persen pada 2021 menjadi 0,4 persen pada 2025. Angka penularan juga turun dari 92 kasus per 100.000 penduduk pada 2024 menjadi 57 kasus per 100.000 penduduk pada 2025.
Tetap waspada
Ketua Tim Kerja Penyakit Akibat Tular Vektor dan Zoonotik, Gigitan Hewan Berbisa dan Tanaman Beracun, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit, Kementerian Kesehatan RI, dr. Fadjar SM Silalahi, mengatakan meski angka kasus mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya, ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan agar tidak terjadi lonjakan kasus di masa mendatang.
“Kalau kita lihat (data), Indonesia memiliki beban dengue tertinggi di Asia Tenggara. Ini menunjukkan betapa persoalan dengue ini harus terus menjadi perhatian kita,” kata Fadjar dalam seminar dan workshop ASEAN Dengue Day (ADD) 2026 bertajuk “Menuju Nol Kematian Dengue 2030: Antara Impian atau Kenyataan?” yang berlangsung di Auditorium FK-KMK UGM, Senin (29/6) lalu.
Jakarta, lampungkita.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 39.672 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di Indonesia hingga Mei 2026. Dari jumlah tersebut, 105 orang dilaporkan meninggal dunia.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine mengatakan tingginya kasus dan kematian DBD mendorong pemerintah memperkuat deteksi dini hingga pengendalian terpadu. Prima…
Dinilai Menabrak Prosedur, Pembongkaran Gedung Hang Jebat Terjadi Saat Mediasi PKBI-Kemenkes Berlangsung
Jakarta, lampungkita.id – Pembongkaran fisik Gedung Hang Jebat yang telah seminggu dilakukan sejak 29 Mei 2026 menuai keberatan dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI). Organisasi tersebut menilai tindakan itu dilakukan di tengah proses mediasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang hingga kini belum mencapai kesepakatan final.
Direktur Eksekutif PKBI Nasional, Leny Jakaria…
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan sebanyak 4000 ibu hamil dan 30 ribu bayi meninggal setiap tahunnya.
Upaya untuk menurunkan a
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan sebanyak 4000 ibu hamil dan 30 ribu bayi meninggal setiap tahunnya.
Upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi tidak cukup hanya dilakukan pada pendekatan medis semata.
Sebab, persoalan kesehatan reproduksi perlu dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek dari sisi biologis, psikologis, sosial, budaya, dan religi.
“Kalau Indonesia yang terkenal dengan keragaman kulturnya tidak disentuh dengan cara yang berbeda sesuai dengan kondisinya, maka upaya ini tidak akan berhasil,” kata Ketua Pengurus Pusat Himpunan Obstetri dan Ginekologi Sosial Indonesia (PP HOGSI), Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG., Subsp. Obginsos, MPH. saat menyampaikan hasil Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XVII Himpunan Obstetri Ginekologi Sosial Indonesia (HOGSI) 2026 pada 11-13 Mei lalu di Royal Ambarrukmo Yogyakarta.
Sejak masa kehamilan
Dr. dr. Dwiana mengatakan persoalan stunting perlu dipahami sejak masa kehamilan. Ia menjelaskan bahwa sekitar sepertiga kasus stunting sudah terjadi ketika janin masih berada dalam kandungan yang dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ibu seperti anemia, kekurangan gizi, infeksi, atau komplikasi kehamilan.
KEMENTERIAN Kesehatan Republik Indonesia bersama World Health Organization (WHO) resmi menandatangani Grant Agreement dan Joint Workplan WHO
KEMENTERIAN Kesehatan Republik Indonesia bersama World Health Organization (WHO) resmi menandatangani Grant Agreement dan Joint Workplan WHO Biennium 2026-2027 sebagai langkah strategis memperkuat pembangunan dan ketahanan sistem kesehatan nasional.
Kerja sama ini mendukung implementasi program kesehatan yang selaras dengan WHO 14th General Programme of Work, Rencana Strategis Kementerian Kesehatan, RPJMN 2025-2029, serta enam pilar transformasi kesehatan.
Melalui perjanjian tersebut, WHO Indonesia memberikan dukungan pendanaan sebesar US$ 14.859.366 dalam bentuk hibah uang, barang, dan jasa untuk mendukung pelaksanaan program kesehatan selama periode biennium 2026-2027.
Hibah perkuat kesehatan nasional
Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang selama ini terjalin erat antara Kemenkes dan WHO. Menurutnya, dukungan WHO telah berkontribusi signifikan dalam penguatan upaya promotif dan preventif, peningkatan mutu layanan kesehatan, penguatan ketahanan sistem kesehatan, serta pengembangan kebijakan berbasis bukti.
FEBRUARI selalu dimaknai sebagai bulan kesadaran kanker. Momentum ini seharusnya menjadi ruang refleksi bersama: sudahkah kita benar-benar h
FEBRUARI selalu dimaknai sebagai bulan kesadaran kanker. Momentum ini seharusnya menjadi ruang refleksi bersama: sudahkah kita benar-benar hadir untuk para pejuang kanker? Sudahkah sistem yang kita bangun berpihak pada mereka yang sedang berjuang mempertahankan hidup?
Kanker adalah penyakit katastropik. Pengobatannya panjang, berjenjang, dan tidak jarang menguras emosi serta finansial keluarga. Pasien harus menjalani operasi, kemoterapi, radioterapi, kontrol rutin, hingga terapi suportif. Di tengah perjuangan berat itu, kepastian jaminan kesehatan menjadi sandaran utama.
Namun ironi terjadi ketika sebagian pasien kanker yang terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) justru mendadak terhenti pengobatannya karena status kepesertaan dinonaktifkan. Bagi mereka, satu kali kemoterapi yang tertunda bukan sekadar jadwal mundur itu bisa berarti penurunan kondisi, risiko komplikasi, bahkan ancaman terhadap keselamatan jiwa.
Persoalan ini tidak bisa dipandang sebagai masalah administratif semata. Di balik satu status “nonaktif”, ada wajah manusia, ada keluarga yang cemas, ada anak yang menunggu ibunya pulang dari rumah sakit.
KEMENTERIAN Kesehatan Republik Indonesia mempercepat implementasi kedokteran presisi sebagai respons atas melonjaknya pembiayaan kesehatan a
KEMENTERIAN Kesehatan Republik Indonesia mempercepat implementasi kedokteran presisi sebagai respons atas melonjaknya pembiayaan kesehatan akibat penyakit kronis di Tanah Air.
Melalui program Biomedical and Genome Science Initiative (BGSI), pengobatan diarahkan pada pendekatan berbasis profil genetik individu agar lebih akurat, personal, dan efisien.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, teknologi genomik yang dikelola Balai Besar Biomedis dan Genomika Kesehatan (BB Binomika) memungkinkan pemeriksaan kesehatan menjadi lebih presisi. Pendekatan ini menandai pergeseran dari paradigma lama “satu obat untuk semua”.
“Pemeriksaan kesehatan kita akan menjadi jauh lebih akurat, lebih presisi, dan lebih personal. Otomatis, pengobatannya juga bisa lebih tepat sasaran dan efektif dalam menyembuhkan,” ujar Budi dalam Forum Komunikasi Strategis Nasional bertajuk “BGSI Ecosystem Roadshow” di Auditorium Leimena, Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (12/2).