Luka yang Kupeluk Diam-Diam
Aku berjalan di jalan yang kupilih sendiri,meski durinya tak pernah berhenti menyapa kaki.Setiap langkah adalah tanya—apakah luka ini bagian dari makna,atau sekadar harga yang harus kubayar tanpa suara? Aku pernah ingin berhenti,menaruh mimpi di persimpangan sepi,lalu pulang pada hidup yang lebih mudah—tanpa ambisi, tanpa perih, tanpa gelisah.Namun hatiku selalu menolak kalah. Perjuanganku…














