Sejiwa Kiputih
Morning before I got back to K-city, aku Mbasil Didit Dinni nyempetin buat ngopi sekalian lunch di sejiwa kiputih. I've been there before sama Elvi, tapi waktu itu Kiputih belum kerjasama dengan Sejiwa Coffee. Tempatnya memang cocok buat nongkrong outdoor, tapi kalau siang ya lumayan panas juga ya dear. I think it'd great kalau dateng sorean. Es kopi jiwa menurutku lumayan enak, tapi sayangnya kalau di aku bikin kembung. Setalah galau liat menu, aku finally milih buat makan pasta, ravioli tepatnya. Penyajian ravioli dan sourdoughnya cukup menarik meski warnanya plain (iya lah what can you expect dari creamy pasta?), porsinya sendiri cukup banyak buatku sampe harus ada jeda dulu buat ngabisin. Tekstur pastanya al dente meski ada sedikit bagian yang agak keras, fillingnya well seasoned, dan saus richnya yang ngga terlalu encer. Pas dimakan as a whole package rasanya goes well and comfort enough, tapi kalau bukan pecinta creamy pasti eneg di tengah jalan. Jadi aku highly recommend untuk nambahin saus sambal sendiri. The right amount of chili sauce justru menambah kompleksitas rasa dan bikin mau nyuap all over again. So, is it worth for Rp. 45.000? Untuk makanan di coffee shop menurutku ini masih masuk akal dan normal. Go try it if you're craving for pasta in Sejiwa Kiputih!












