Teh goeyang? Cerita berawal disore itu dikala kaki tak mampu utk melangkah, tangan tak kuat untuk menggapai, dan perut tak kuasa bergendang begitu hebat, bahkan dougnut legit nan lezat itupun juga tak sanggup lagi memberikan kekuatan. Itulah yang kami sebut dengan "kelaparan". Sibuk dengan adonan donat, tak terasa cacing cacing mungil itu juga menuntut lebih. Bergegaslah kami mencari sesuap nasi. terlalu banyak mikir "kita kemana?" "kemana kita makan?" Dan segudang pertanyaan yg sama. Hingga akhirmya kami terhenti di #rumahmakannasipadangtalagosuryatamsis Ini kali pertama Mawar makan disana namun, sudah berkali kali makan bersama mereka pemuda harapan bangsa dengan tempat yang berbeda. kami disambut dengan teh yg Mawar rasa si pembuat teh tak berniat utk menyajikannya. "Pak, ba a kok hamba teh nyo Pak? Bisa tambah gulo nyo Pak?" (Pak kenapa tehnya hambar? Bisa tolong ditambah gula?) "Iko namonyo teh goeyang Nak, nan tambah gulo teh manih namo nyo" (ini teh goeyang Nak, klw tambah gula teh manis namanya) Dan si Bapak pun berlalu Tetiba, Uda padang pun membuka percakapan yg sedari awal kami pemuda harapan bangsa tak mengeluarkan banyak kata. "Adoh nan tau ba a namonyo teh goeyang?" (Ada yg tau, kenpa namanya teh goeyang?) Tanya Uda padang kepada pemuda pemudi. tak ada yg menjawab. Karena pemuda pemudi ini memang tak tau jawabannya. Lalu, uda Padang menjawab sendiri pertanyaannya. "jawabbnya karena namonyo se teh goeyang. Goelo salayang" (jawabanya karena namanya teh goeyang. Goelo sedikit) Benar saja. Pemuda pemudi itu sibuk menganggukkan jawaban uda padang kamimenimpali serentak dengan dua kata "Oooooo patuiklah" (ooo pantaslah)" Dan setelah kejadian itu, Mawar susah beberapa kali makan (masih) sendiri di lapau nasi nan ngehitz itu... hehehe Taken by @ichadyp disandur dari #kisahadikmawar Berkolaborasi dengan #kisahmawar Makan di ampera padang nan lamak. Yuk mampir. #bukanendorse hehehhe #sambalamak #nasipadang #aslipadang