#JurnalKopiOpiek Coffee Specificity (Kopi khas Indonesia) part 1 Indonesia sebagai negara tropis merupakan daerah yang sangat sesuai dalam menghasilkan produk kopi yang mempunyai keunikan rasa dan karakter. Varietas kopi yang sama dapat menghasilkan karakter yang berbeda di masing –masing daerah. Kopi Arabica yang tumbuh di daerh sumatra memiliki perbedaan terhadap kopi yang tumbuh di jawa atau sulawesi. Secara umum cita rasa kopi menunjukkan asal daerahnya. 2 faktor utama yang mempengaruhi hal tersebut adalah nutrisi dalam tanah dan kondisi iklim. Banyak kopi indonesia yang dikenal sebagai kopi specialti seperti Java, Mandheling, Gayo, Flores, Lintong, Kintamani dan Toraja . . Di sumatra , kopi tuumbuh dari aceh sampai lampung, Daerah aceh gayo juga termasuk yang memproduksi kopi, Varietas kopi arabika diproduksi di sepanjang Dataran tinggi Gayo dengan ketinggian 1200 m dari permukaan laut. Di provinsi Aceh Tengah dan Bener Meriah biasanya digunakan wet processing dalam pengolahan pasca panennya. Kopi Gayo memiliki aroma yang kuat dan balance body . . Selain Kopi Gayo, propinsi Aceh Juga memproduksi kopi robusta dengan nama “ Ulee Kareng: . Kopi ini diproduksi di aerah Lamno Geumpang Pidie dan Aceh Jaya, Ulee Kareng menujukan Karakter yang gentle , tetapi memiliki rasa pahit dengan rasa asin saat dicicipi pertama kali (salty-astringent taste). Kopi Specialti juga dapat ditemukan di Sumatr Utara dengan nama kopi arabika Mandhailing , Lintong dan Sidikalang. . . Diterjemahkan dari Coffee “A comprehensive Guide to the Bean The Beverage and the Industry By Jonathan Morris &Shawn steiman Photo By @masopiq Kopi oleh @Kopi_lima #gayocoffee #coffeestory#kopilokal #ceritakopi#sejarahkopi #coffeegram #coffeestory #kopiindonesia#kopiaceh #coffeelife#coffeedays #coffee #ngopi#kopisumatra #coffegraphy#coffeetime #coffeehistory#history