KULIAH KE JEPANG BAGIAN 2
Narita Airport
Setelah semalaman terbang akhirnya sampai juga di Negeri Sakura. Penerbangan semalaman bukanlah hal yang mudah bagi saya, apalagi kondisi badan memang sedang tidak fit. Saya sempat kedinginan, tidak bisa makan, mual, dan seperti biasa menjelang landing, saya pusing, dan akhirnya muntah (memang norak).
Sesampai di bandara, kami (saya dan dua orang teman seperjalanan dari Indonesia) menuju ke bagian “Arrival”. Di sini kami memilih loket untuk pelajar, mengisi beberapa formulir, kemudian mendapatkan residence card/alien card. Jangan lupa menaruh sertifikat MEXT di tempat yang mudah diambil dan dibawa ke kabin, karena tanpa itu kita tidak akan mendapatkan residence card. Recsidence card merupakan kartu identitas (semacam KTP) yang sangat penting untuk segala administrasi di Jepang, maka pastikan kita mendapatkan kartu ini, bawalah kemanapun pergi, dan jangan sampai hilang.
Setelah mendapatkan residence card, saatnya mencari bagasi. Bagi kalian yang membawa barang cukup banyak, disarankan mengirimkan saja barang tersebut ke alamat kalian di Sendai. Percayalah, menggotong banyak barang naik turun tangga sambil mengejar kereta bukanlah ide yang baik.
Bagian pengiriman barang tidak jauh dari pintu keluar, tepat sebelum jalur kereta. Denah Bandara Narita dapat dilihat disini. Selanjutnya langsung menuju komuter line untuk melanjutkan perjalanan ke Shinjuku, tempat kami menaiki BUS WILLER. Tidak langsung sampai shinjuku, kereta ini transit dahulu ke suatu stasiun. Di sini, kami bertemu teman kami yang bersedia menjadi penunjuk jalan.
Sesampainya di Shinjuku, masih terlalu awal untuk menaiki bus pesanan kami. Yang lebih penting, waktu sudah menunjukkan jam makan siang, perutpun sudah keroncongan, terlebih kami tadi pagi makan pukul 3 pagi dan udara sejuk ini menambah merdu paduan suara dalam perut kami.
Memutar otak mencari makanan halal dan terjangkau. Sushi adalah makanan yang kami pilih saat itu. Walaupun belakangan kami tahu bahwa ternyata tidak semua sushi halal, dan harga sushi yang kami beli juga tergolong mahal. Dengan bertemankan warga lokal, kami menuju sebuah restoran shushi di dekat terminal bus.
Tempatnya di sudut perempatan, lantai dua, tidak besar, tapi terkesan bersih dan tertata apik. Nyaman sekali. Tidak disangka, porsinya cukup besar, untuk ukuran orang kecil seperti kami. Padahal kalau mau dibilang kecil, masih sebelas duabelas dengan orang Jepang. Masalah porsi pun berakhir dengan membagi dua seporsi sushi isi sembilan, dan masih menyisakan beberapa kepal nasi.
Tak berlama-lama kami di tempat yang nyaman itu, dan dengan sigap langsung berangkat menuju terminal bus yang dijanjikan.
Naik Bus Menuju Sendai
Jangan dibayangkan terminal bus ini seperti terminal Cicaheum atau Lebak Bulus, jauh berbeda. Terminal ini bersih dari segala macam sampah, apalagi calo. Ruang tunggunya berAC, tidak terlihat satupun perokok disekitar kami. Baru terminalnya, bagaimana dengan bus yang kami naiki? Mungkin sebagai orang kampung seperti saya, bus ini adalah bus terbagus yang pernah saya naiki selama ini. Tempat duduk seperti kereta eksekutif, dengan kursi yang bisa diatur sesuai kebutuhan pengguna, terdapat semacam tutup (cap) di sandaran kursi, untuk menutup kepala sewaktu tidur. Jadi bagi anda yang ketika tidur suka mangap-mangap jangan khawatir, privasi anda akan terjaga. Karena termasuk bus dengan perjalanan cukup panjang, disediakan juga monitor di masing-masing tempat duduk yang berisi permainan, film, musik, dan hiburan lainnya. Bus juga berhenti dua kali di semacam rest area. Tapi sayang sekali tidak ada mushola di sini. Terpaksa kami Shalat di dalam bus saja. Perlu digarisbawahi bus yang kami naiki tersebut adalah Bus Willer. Untuk bus-bus dari perusahaan lain kemungkinan fasilitasnya akan sedikit berbeda. Kemudian bus ini juga sudah kami pesan jauh-jauh hari sehingga mendapatkan harga yang sangat murah (2300 yen dari Shinjuku sampai Sendai). Jika berminat bisa cek di link berikut. Alternatif rute dan transportasi dari Narita ke Sendai, diantaranya:
- Rute langsung Narita Airport - Sendai Station. Rute ini dapat ditempuh dengan menggunakan Narita Airport Bus. Transportasi ini tergolong yang paling mudah karena kita dapat langsung menaiki bus dari terminal tempat kita mendarat menuju Sendai Station tanpa perlu gotong-gotong koper dan transit ke Tokyo terlebih dahulu. Akan tetapi jadwal bus ini terbatas hanya malam hari saja. Selengkapnya bisa dilihat disini.
- Rute Narita - Salah satu station di Tokyo (Shinjuku, Ikebukuro, dll) -Sendai. Rute ini bisa ditempuh menggunakan bus, kereta biasa dan/atau shinkansen (seperti yang saya lakukan)
Numpang
Ini dia yang sedari sebelum berangkat terus menjadi kekhawatiran kami. Setelah dua kali ditolak, pertama kami ditolak masuk International House. Kedua, kami mendaftar Emergency House juga di tolak. Memang mungkin bukan rejeki kami. Akhirnya setelah berdiskusi dengan teman yang lebih dahulu di Sendai, kami mendapatkan sebuah calon tempat tinggal. Sebelum memiliki tempat tinggal, kami menumpang sementara di Apato mahasiswa Indonesia yang mau berbaik hati pada kami.
Mencari Apato
Kekalutan melanda kami. Sebelumnya sejak masih di Indonesia, kami sudah mendaptkan rekomendasi apato untuk kami tinggali berdua dengan teman saya. Apato tersebut berada di sekitar Sanjo-machi tempat mahasiswa Indonesia terkonsentrasi. Namun betapa kecewanya kami ketika melihat keadaan apato tersebut. Apato tersebut boleh dibilang kurang layak untuk ditempati. orag yang menawarkan kepada kami apato ini pun ikut ragu dan meminta kami mempertimbangkan kembali.
Kemudian kami dibawa ke ketua PPIS (Persatuan Pelajar Indonesia Sendai) yang merupakan orang yang terkenal baik hati dan suka menolong diantara Mahasiswa Indonesia di Sendai. Dia membawa kami ke fudousan (semacam penyedia jasa tempat tinggal). Beruntung dia sangat fasih berbahasa Jepang dan sudah kenal dengan petugas fudousan tersebut. Kami merasa sedikit lega. Kami diperlihatkan berbagai tipe apato sesuai dengan kebutuhan kami dan tentu saja budget. Serangkain prosedur pun kami lalui dengan lancar. 10 hari kemudian kami sudah bisa menempati apato yang kami inginkan.
Oktober, 2015









