Ma Kyal Sin, mahasiswi cantik dari jurusan Sastra Jerman di Universitas Yadanabon, Mandalay, terbunuh. Ia menghembuskan napas terakhir, akibat terjangan peluru militer Myanmar. Ia dan ratusan rekan-rekannya sedang berada di tengah demonstrasi pada Rabu, 3 Maret 2021. Tidak hanya cantik, Ma Kyal Sin (19 tahun) adalah sosok mahasiswi tekun dan ulet. Meskipun berasal dari keluarga sederhana (ayahnya adalah seorang tukang cukur), Ma Kyal Sin aktif di ekstrakurikuler bela diri Taekwondo, dan mengisi waktu luang dengan menjadi penyanyi dan penari. Setelah kematiannya, ratusan foto-fotonya di tengah demonstrasi beredar di sosial media. Ia tampil ekspresif di lapangan, layaknya seorang aktris sedang tampil di panggung. Tulisan di t-shirt hitam yang ia kenakan saat tertembak: “Everything will be OK” (semuanya akan baik-baik saja), menjadi simbol perlawanan rakyat. Baca atau swep up di @readtimes.id #readtimes #kyalsin #myanmar #hiunhas #politik @thepappito #unhasmakassar Reposted from @readtimes.id https://www.instagram.com/p/CMJuSQ-HA29/?igshid=i3vk73u0nber













