061017 - AFTERNOON TALK #1
2017. 06. 10.
Mahasiswa. Semester 1 masih banyak yang merasa terjebak dan ingin melarikan diri, semester 5 mulai berpikir selama ini saya belajar apa saja, semester 7 mulai gelisah setelah lulus saya punya modal apa untuk menyambung hidup.
Nyatanya menjadi mahasiswa tidak hanya sekedar berbicara tentang akademis dan organisasi. Kehidupan yang hari-harinya dijejali oleh teori-teori serta isu-isu dalam organisasi yang semakin panas tanpa ada penyelesaian apapun. Hidup tidak lantas menjadi baik-baik saja ketika pemahaman akademis yang begitu sempurna, pun tidak baik ketika isinya hanya tentang birokrasi dalam organisasi.
Untuk menjadi orang dewasa, bukan hanya pemahaman dasar teoritis yang tertanam dengan baik di dalam rongga kepala namun juga berbicara tentang keterampilan apa yang individu punya. Hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana seorang individu dapat mengaplikasikan teori yang sudah ditelan bulat-bulat di bangku kuliah ke masyarakat luas. Tepat guna, mungkin adalah salah satu hal yang harusnya dapat dieksekusi dari masing-masing disiplin ilmu. Banyak sekali ilmu-ilmu yang dipelajari di perguruan tinggi, dilomba-lombakan untuk menjadi unggul dari waktu ke waktu. Hari ini aku, kamu, dan mereka sedang mempelajari tentang Psikologi.
Tapi sebenarnya, apa sih Psikologi itu?
Kebanyakan mahasiswa akan menjawab: Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku dan proses mental.
Itu jawaban teoritis. Lalu jika kita berbicara dengan konsep bebas terbuka, terlepas dari pemahaman teori yang kau miliki. Pertanyaannya tetap sama: Apa sih Psikologi?
Beberapa teman yang hadir dalam kegiatan Afternoon Talk hari ini mengemukakan pendapatnya.
“Ketika kita belajar psikologi, seharusnya kita bisa menempatkan diri untuk setiap orang yang dihadapi. Walaupun mood sedang begitu buruk, tapi kita harus bisa mengambil peran sebagai pendengar yang baik untuk orang lain walaupun sebenarnya apa yang diceritakan tidak begitu penting. Selain itu harus bisa memberikan solusi, setidaknya membuat orang lain yang berbicara dengan kita merasa nyaman. Memberikan solusi yang tepat, tanpa harus menyakiti orang lain dan tentunya dapat digunakan.”
Yap! Betul. Bahkan tanpa diminta, terkadang mahasiswa psikologi tanpa sadar menjadi sukarelawan untuk mendengarkan dan memberikan solusi.
Lalu, lebih luas dari itu ilmu psikologi itu apa sih?
Ketika masuk pada tahap wawancara untuk mendapatkan pekerjaan, jawaban teoritis seperti yang telah dituliskan sebelumnya menjadi penilaian nomor sekian. Mempekerjakan seseorang di dalam perusahaan bukan hanya berdasar pada akademisnya, namun juga pada kecakapan keterampilan yang ia miliki. Bagaimana ia bisa mendeskripsikan kegunaan disiplin ilmu yang ia pelajari selama di bangku kuliah dan bagaimana kegunaan tersebut dapat dilihat bukti nyatanya.
Lebih luasnya, Psikologi adalah ilmu yang dapat digunakan untuk:
1. Mengembangkan manusia 2. Mengembangkan perusahaan 3. Membuat planning serta strategi dalam berbagai ranah kehidupan
Apa contohnya?
Sudah tidak aneh dengan istilah training, coaching, motivating, dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut yang sering digunakan untuk mengembangkan sumber daya manusia, membantu orang-orang untuk menemukan siapa dirinya, apa minat dan bakatnya. Sehingga ketika akan masuk ke dunia pekerjaan, bukan hanya intelektual yang menjadi pertimbangan tapi juga minat dan bakat individu supaya seseornag bisa jauh lebih optimal dalam melakukan sesuatu. Banyak orang yang mengejar suatu pekerjaan, bermodalkan tingkat intelektual yang baik namun tidak sesuai dengan minat dan bakatnya. Ia tidak sepenuh hati mengerjakan pekerjannya, setiap hari ia menelan segala bentuk pekerjaannya dan berputar dalam satu lingkaran yang sama.
Hanya sebatas itu? Tidak.
Bagi orang-orang yang mempunyai keinginan untuk berwirausaha, konsep psikologi dapat sangat dipakai untuk menarik konsumen. Penggunaan warna, kalimat, pemasangan iklan dan bentuk promosi dipelajari dalam ruang lingkup psikologi. Pernah tidak kamu bertanya, mengapa banyak sekali orang yang senang menghabiskan banyak waktunya untuk duduk di sebuah cafe? Mereka menghabiskan berjam-jam, hanya untuk duduk dengan secangkir kopi, setangkup roti bakar, kemudian asyik tenggelam dalam laptop dan pikirannya masing-masing. Apalagi, di dalam cafe tersebut diiringi alunan musik klasik nan sendu serta sinar lampu yang temaram? Kota penuh dengan hiruk pikuk. Rutinitas pekerjaan yang melelahkan, berangkat pagi pulang petang, polusi suara dan udara menjadi teman sehari-hari. Ketika masuk ke sebuah cafe, disuguhi minuman berkafein serta makanan pengganjal perut yang cukup ringan, suasana temaram yang menenangkan, orang-orang yang duduk berjauhan, sibuk dengan buku, laptop, atau bahkan mengobrol dengan volume suara yang pelan. Siapa yang tak betah untuk duduk berlama-lama di dalam sana? Menunggu macet segera berlalu sering kali menjadi kambing hitam untuk dapat lebih lama menghabiskan waktu di suatu tempat. Lihat kan? Sadar atau tidak, penggunaan warna, manipulasi suasana, penggunaan kalimat, bisa menarik minat orang lain untuk bertandang. Itu gunanya ilmu psikologi? Salah satunya.
Salah satu teman bertanya, bisakah Psikologi di pakai dalam dunia olahraga? Bisa. Jangan datang ke arena pertandingan sebelum melakukan permainan. Kenapa? Mental breakdown. Loh, kok bisa? Gini deh, apa sih yang dirasakan ketika satu jam lagi akan bertanding lalu pada saat yang sama kamu tahu bahwa lawanmu punya skill dan menampilkan performa yang begitu hebat di lapangan. Apa rasanya? Ciut duluan! Menjaga mental pemain adalah tugas pelatih, namun sangat baik sekali jika pelatih punya pengetahuan bagaimana caranya agar bisa menjaga mental pemain supaya tidak down dari pakarnya. Pakar siapa? Orang psikologi. Modal observasi yang begitu detil bisa membantu pelatih dalam menentukan strategi. Membantu untuk mengenali karakteristik pemain, strategi yang dipakai oleh lawan, kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh lawan, bisa kah? Bisa.
Lalu sekarang kembali pada diri, di sisa masa kuliahmu apa yang sudah kamu bisa dan setelah lulus nanti kamu mau melakukan apa?
Teman-teman dalam Afternoon Talk hari ini mengeluarkan beberapa pendapat. Ada yang tertarik dengan dunia training, ingin menjadi pengusaha, ingin menjadi kepala sekolah, terapis anak, dan dosen. Tapi satu kedala yang masih sangat mengganjal adalah: Saya harus mulai dari mana? Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Afternoon Talk hari ini berusaha untuk menjaring sebanyak mungkin apa yang diminati oleh mahasiswa. Banyak ahli-ahli dalam bidangnya yang tentunya bisa diajak kerjasama untuk membantu memberikan pengetahuan dan keterampilan bagaimana caranya untuk memulai langkah mencapai apa yang dituju.
Training, bagaimana caranya membuat suatu program, bagaimana caranya bisa menyampaikan suatu materi kepada orang banyak, bagaimana caranya switching the atmosphere dari freeze into an emotional one? Entrepreneur, bagaimana caranya membuat strategi promosi yang baik secara psikologis? Bagaimana caranya menarik minat konsumen untuk dapat membeli produk barang atau jasa yang ditawarkan yang baik secara psikologis? Bagaimana caranya membuat program pembelajaran yang efektif? Bagaimana caranya membuat suatu kurikulum pendidikan yang mengedepankan kesejahteraan psikologis? Bagaimana membuat suatu metode pengajaran yang efektif, sesuai dengan objective teaching? Lalu bagaimana caranya untuk menghadapi dan mengurus anak-anak yang memerlukan terapi? Skill apa yang dibutuhkan untuk melakukan semua itu?
Tim Laboratorium Fakultas Psikologi UNJANI berusaha untuk menampung ide, minat, serta isu-isu yang berkembang di mahasiswa terkait dengan kebutuhan apa yang memang harus dipenuhi sejak saat ini sebagai modal untuk kehidupan di masa mendatang. Rencana lebih jauhnya, mudah-mudahan dengan ide-ide yang terkumpul hari ini bisa terfasilitasi sesegera mungkin oleh orang-orang ahli dibidangnya.
Tapi sayangnya, Saya masih bingung. Sebenarnya minat saya apa ya di Psikologi?
Kami semua mengalami hal yang sama. Setelah begitu lama kuliah kemudian hari ini tersadar hal tersebut. Pak Chandra membagi tips untuk menemukan minat tersebut.
Ambil KHS, lihat seluruh mata kuliah dari semester 1 sampai 8. Terlepas dari nilai yang kamu dapat di mata kuliah tersebut, silakan lakukan hal berikut ini.
1. Lingkari mata kuliah yang kamu sukai, terlepas dari kamu sebenarnya mampu atau tidak. 2. Lingkari mata kuliah yang kamu mampu, terlepas dari kamu sebenarnya suka atau tidak. 3. Lingkari mata kuliah yang kamu suka dan kamu mampu melakukannya dengan baik.
Mata kuliah yang kamu suka dan mampu dilakukan, barangkali di situlah letak minat tersebut.
Setelah itu, yang harus dilakukan adalah 3 hal: HAYATI, TEMUKAN, TERUSKAN.
Hayati dengan baik apa yang sebenarnya kamu cari dan senangi dalam mata kuliah tersebut. Setelah kamu bisa menghayati, maka kamu akan bisa menemukan apa sebenarnya yang menjadi sumber ketertarikan terbesar. Kemudian langkah berikutnya adalah teruslah mengeksplorasi, baik diri maupun kesempatan-kesempatan apa yang kira-kira bisa saya dapatkan dari hal tersebut. Duh, bingung nih! Banyak banget! Mulailah perlahan untuk mengelompokkan keinginan. Jika cita-citamu ada 5, perlahan kerucutkan menjadi 3. Tiga masih menjadi jumlah yang begitu banyak, maka pangkaslah menjadi dua. Dua akan menimbulkan satu kebimbangan yang tiada ujung, maka pikirkan baik-baik lalu putuskan untuk mengambil satu.
Tidak mudah memang, tapi perlahan pasti bisa dilakukan.
Eksplorasi apa yang kamu suka sejak sekarang. Sehingga nanti ketika menjadi sarjana sudah tidak bingung akan menjadi dan melakukan apa. Minat sudah terhayati dan ditemukan, hanya tinggal meneruskan. Satu kutipan yang disampaikan Pak Chandra dalam kegiatan sore hari ini, datang dari seorang teman katanya.
“Seorang sarjana yang baik bukan selalu mereka yang lulus dengan nilai tertinggi. Sarjana yang baik itu adalah sarjana yang ketika ditanya setelah lulus mau ngapain, nggak bingung.”
Dan bukankah pekerjaan terbaik adalah hobi yang dibayar?
Tidak mudah memang melakukan hal-hal seperti itu. Perlu berpikir berkali-kali supaya dapat menghayati, perlu menggali sampai dalam supaya menemukan, dan perlu keinginan yang kuat untuk meneruskan.
Tidak ada seseorang yang tidak punya potensi. Yang ada hanya mereka yang tidak sadar potensi karena tidak digali Tidak ada seseorang yang bodoh Yang ada hanya mereka yang malas Tidak ada seseorang yang tidak bisa melakukan Yang ada hanya mereka yang tidak mau Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi Yang ada hanya usaha yang terlalu sedikit
Mencari memang tidak mudah. Tapi dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, bukan?
InsyaAllah, kegiatan ini akan berlangsung 2 minggu sekali. Tim Laboratorium Fakultas Psikologi UNJANI sedang berusaha untuk memfasilitasi teman-teman mahasiswa yang mau menghayati, menemukan, dan meneruskan apa yang telah didapatkan selama masa kuliah sebagai modal untuk kehidupan selepas kuliah.
Bagi teman-teman mahasiswa yang tertarik untuk ikut, silakan datang pada pertemuan berikutnya 2 minggu mendatang. Tidak terbatas untuk mahasiswa semester 5 dan 7, tapi bagi semester 3 pun boleh bergabung. Kita melakukan bincang-bincang santai sambil membuka wawasan tentang Psikologi. Supaya tahu bahwa ranah psikologi bukan hanya sekedar menjadi HRD atau pekerjaan yang itu-itu saja.
Di mana ada manusia, di situ ada Psikologi.
Semoga bermanfaat, selamat menghayati untuk menemukan lalu meneruskan.
See you on the next two weeks!
Sincerely, susanokw.
Ps: Mohon maaf jika terdapat redaksi kalimat yang ambigu, kesalahan penulisan, ataupun hal-hal yang kurang tersampaikan. Namanya juga belajar, he he he. Bagi mahasiswa Fakultas Psikologi UNJANI yang mempunyai ide dan biasa menyalurkannya lewat tulisan, blog ini masih sangat kosong dan terbuka untuk siapapun yang mau membagikan tulisannya. Informasi narahubung akan diberitahukan pada postingan berikutnya.
Sometimes, something better left unspoken. But sometimes, something best when written.















