Last Day Ramadhan
Tak terasa sudah berada di penghujung bulan ramadhan, entah apa saja yang telah diri lakukan teruntuk bulan istimewa, yang entah tahun depan akan Allah jumpakan kembali atau tidak. Tersadar, memang belum maksimal, namun semoga tak tergolong kepada yang menyiakan.
Malam 29 ramadhan semalam, rasanya ingin kembali kepada 1 ramadhan. Air mata tak pernah bisa ku bendung. Semalam, aku melewatkan malam terakhir ramadhan ku di tempat istimewa. Sebuah masjid yang punya tempat istimewa di hatiku. Sebuah masjid yang punya banyak kenangan haru, tentang kisah hijrah teman-temanku, tentang perjuangan dakwah para pemuda yang ingin mensyiarkan untuk meramaikan masjid, bahwa pemuda jangan alergi terhadap masjid.
Iya, semalam ada tangis pecah saat mendirikan qiyamullail. Ya Allah betapa banyak dosa yang telah dilakukan, betapa banyak kelalaian, kemaksiatan diperbuat. Namun diri tetap mengharapkan pengampunan dari Nya. Semoga tangis yang keluar itu, bukanlah tangis pura-pura, melainkan kesungguhan dari hati, yang memang berharap ampunan, mengakui diri yang memang hina di hadapan Nya.
Yaa Rabb, izinkan aku mengakui kelemahan diriku di hadap Mu, aku yang sombong karena sering sekali melalaikan perintah Mu. Izinkan aku untuk belajar memperbaiki sikapku terhadap Mu. Izinkan aku untuk berjumpa kembali dengan ramadhan Mu nanti :’)
Entah harus bahagia atau bersedih, ramadhanku akan lekas pergi.
Bandung, 24 Juni 2017












