20-21 Oktober 2018, merasa sangat bersyukur berkat konsep "Kemah Karya Sastrawan Nusantara" di Ketep dengan Jambore Kebencanaan yang menjadikanku korban imajiner erupsi Merapi. Tinggal bersama banyak orang di tenda pleton sederhana, dengan minim fasilitas dan suhu yang teramat dingin menusuk tulang, makan seadanya, juga tak ada sinyal.ㅤㅤ Jadi mampu menghayati dan berempati pada mereka (masyarakat kawasan Merapi yang kerjanya bertani, berdagang, dan berkesenian) selalu waspada dengan Merapi, karena bencana tak mengenal waktu. Yang bikin salut, mereka tetap bersyukur, tak pernah menganggap Merapi sebagai sebuah ketakutan, tapi mereka anggap sebagai sumber rejeki. ㅤㅤ Sangat bahagia pula bisa bergabung di Ketep Summit Festival. Di ketinggian 1.200 mdpl, disuguhkan berbagai pertunjukan kesenian dan dipertemukan para sastrawan hebat se-Indonesia. Terhibur pula dgn Konser Sebelum Cahaya bersama Letto, live music a tribute night for 90's hits songs dan juga bisa menikmati Taman Bamboo Art Lighting satu-satunya di Indonesia ♥️ Terima kasih 2 hari yang sangat berkesan! ㅤㅤ "Kalau bergaya, tetap berkarya!" "Bersastra kita bahagia"ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ #KetepSummitFestival #LensaKSF2018 #WisataMagelang #DisporaparJateng #KetepassMagelang (di Ketep, Jawa Tengah, Indonesia) https://www.instagram.com/p/BpPG9A1gVhP/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=axqtvf5g8m8w













