(Si)apa Sih yang Dikejar ?
Gak gila, bermimpi tinggi di kubang peluh, karena takdir tak kan pernah melewatkan dan juga melewatkan. karena takdir adalah apa-apa yang diusahakan, bukan hanya yang diterima ‘mentahan’.
Gak salah, merajut renjana merangkak meraup perlahan menggapai asa. Lelah yang sungguh tak apa. Meski, kok gak juga keliatan ujungnya, karena toh garis akhirnya bukan sesuatu yang tampak di dunia. Gak ada ruginya, melepas sendu menggenggam teduh, menghadap bumi berharap langit, hingga segudang usaha dan sederetan jatuh bukan lagi segurat malu, karena perkara ini memang bukan untuk memukau makhluk. Gak ada salahnya, diam dulu, merenungi, (si)apa sih yang dikejar ?








