Kita tidak harus selalu idealis, kadang kita harus melihat dengan realistis bahwa sebenarnya pendidikan di indonesia itu tidak sedang baik-baik saja. - Prof Didi
Perkataan itu tetiba menghentakku namun concernku kali ini lebih pada istilah idealis dan realistis dalam kalimat itu (bukan terkait pendidikannya). Aku jadi teringat tentang persepsiku atas hidupku 2 tahun ini. Dengan idealisme aku berani mengatakan bahwa itu masa sekolah kehidupan yang kini tengah kutuliskan rapornya. Aku berkali-kali menenangkan diri bahwa aku banyak belajar di 2 tahun ini meski pencapaian seperti merangkak saja kemajuannya.
Namun dari kata di atas aku tetiba ingin mencoba untuk berada di sisi realistis (sebagaimana sisi kebanyakan orang lain dan ortuku), aku mengakui bahwa 2 tahun ini aku tak seproduktif lalu lalu apalagi jika dibandingkan temanku yang lain yang full time worker. Tak jarang sepanjang hari hanya berkutat pada laptop, hp dan ielts material. Bahwasanya lama-lama aku menyadari untuk segera menghentikan kegabutan ini (disclaimer : sebetulnya ada kesibukan atas hal yang tengah kuupayakan namun faktanya sulit istiqomah).
Aku pun harus realistis bahwa aku tidak melulu harus seperti ini, ketika realitanya, kelebihan waktu tak benar-benar membawamu terbang jauh secara signifikan (either literally or not). Akhirnya aku memutuskan untuk berubah haluan, siapa tau meski berbelok tapi lebih cepat dan tepat sampai ke tujuan. Sebagaimana kapal yang hendak karam di tengah lautan, daripada terus menghadapi karang yang terlalu tangguh, jangan angkuh, sebelum benar-benar rapuh sebaiknya merubah arah, mencoba jalan lain, siapa tahu jalur lain menghantarmu sampai pada yang dituju.
Tidak, bukan menghapus list mimpi hanya saja, mencoba berbagai kesempatan yang hadir, yang mungkin menghantarmu pada kesempatan lain. Karena realitas tidak serta merta berhak menghapus idealismu kan? Keseimbangan. Idealis vs realistis, mungkin itu hanya tentang menyeimbangkan persepsimu. Karena mungkin (lagi) kamu butuh keduanya agar tetap waras.
-sep 2019, remember why you are here from the very first place-