2016
Hello, the last day in 2016 :)
“Tahun baru kemana?”, temanku bertanya melalui aplikasi telegram.
In my room. Facing computer like a fool, trying to write my 2017 resolution and end up nothing. Tbh, i thinking and worrying my future a lot. Last year, i'm a real potato girl. Now, i'm still a potato girl. Next year, i'm being a potato girl. Potato is my life!
Tbh, many bad things happen in my 2016. Thank you for everything that had happened in this year. I just hope next year will be better than this. Thank you so much for the pain, lesson, and tears of joy, happiness, and sadness. I know nothing about my resolution but I promise will be better person in next year! I have a plan for next year. Yes! Just one! and i will make it happen in February :))
Desember adalah bulan terakhir dan selalu identik dengan Desember kelabu. Berbeda dengan September, yang identik dengan September ceria. Setidaknya, itu kupelajari dari lagu-lagu yang aku dengarkan. Desember identik dengan natal, salju, dan dingin. Mungkin itu yang membuatnya kelabu, seperti manusia yang menunggu hadiah dari Santa di pinggir perapian. Di Indonesia, Desember identik dengan musim hujan. Hujan identik dengan luruhnya harapan, kesedihan dan perpisahan, namun aku pribadi sangat menyukai hujan.
Aku pribadi menyukai hujan. Hujan adalah berkah dari langit, untuk apa aku membencinya? Pada bulan Desember, biasanya playlist yang terputar dikomputerku adalah lagu-lagu ballad dan hujan akan membuat lagu ballad favoritku terdengar semakin merdu dan syahdu. Aku pikir aku menyukainya.












