Ternyata aku salah. Fungsi do'a itu meminta, bukan memaksa.

seen from Australia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Singapore
seen from China
seen from South Africa
seen from Malaysia
seen from Türkiye
seen from China
seen from Albania
seen from South Korea
seen from Türkiye
seen from France

seen from Singapore
seen from United Kingdom

seen from Singapore
seen from New Zealand
seen from United States

seen from United States

seen from France
Ternyata aku salah. Fungsi do'a itu meminta, bukan memaksa.
Gpp menyerah, kalau emang engga kuat
Kalau orang yang kamu percaya sering bikin kamu menangis, mungkin yang pantas bahagiain kamu bukan dia.
Gausah buang-buang waktu buat terus bikin dia tersenyum. Gausah pura-pura kuat buat terus jagain perasaan dia.
Sementara dia engga pernah berusaha buat ngertiin perasaan kamu.
Gausah paksain, engga apa-apa berhenti. Engga selamanya berjuang baik buat kamu.
Kamu berhak bahagia. Perasaanmu tidak pantas disia-siakan begitu saja.
—ibnufir
*Follow IG @ibnufir_
Benar sekali. Aku tak bisa memaksa seseorang mencintaiku. Sebesar dan setulus cinta yang aku berikan, memang tak ada yang mengetahui bagaimana lelahnya setelah bertahun-tahun memperjuangkan. Bahkan, orang (kamu) yang menjadi peran utama pun tak bisa merasakannya bukan? Ya, terlihat dari jawaban dan raut wajahmu yang mengabaikan.
Aku terima keputusanmu.
Lalu, andai saja suatu saat kamu menghadapi kesulitan dan memerlukan bantuan. Sepertinya aku pun tak bisa memaksa menolong orang yang tidak aku sayangi. Orang yang menolak rasa sayang. Aku.
"Ngobrol apa ya kita?", mendengar/membaca kalimat itu dari seseorang, sungguh basi. Kenapa harus repot-repot untuk berbincang kalau tidak ada bahan obrolan? Daripada tampak memaksa, lebih baik tak perlu mengobrol. Sesederhana itu, bukan?
Typu
Kamu tidak bisa memaksakan orang lain menjadi seperti yang kamu inginkan. Sekalipun dia adalah orang terdekat seperti keluargamu, sahabat karib, atau bahkan orang yang paling mencintaimu...
Semua orang punya prinsip hidup masing-masing. Prinsip dibangun atas pemahaman hasil dari belajar, kekuatan hati dan komitmen dalam diri. Walaupun kamu dan dia menempuh proses belajar yang sama, dimotivasi oleh motivator yang sama, dan berada dalam ruang lingkup hidup yang sama, tentu dalam beberapa hal kamu dan dia akan memiliki prinsip yang berbeda. Hal itu karena kamu dan dia berasal dari tulang sulbi yang berbeda, dibesarkan dengan cara yang berbeda, memiliki prioritas hidup yang berbeda, dan masing-masing memiliki kebiasaan yang berbeda.
Secanggih apa pun kata-kata yang kamu lontarkan, kamu tidak bisa memaksakan orang lain menjadi seperti yang kamu inginkan ...
Relakan, maka kamu akan dipertemukan dengan yang lebih baik.
Konteks “yang lebih baik” tak melulu mengacu pada orang baru. Bisa jadi orang yang sama, tapi dengan versi yang lebih baik, dan di waktu yang lebih tepat. Semua yang kamu perlu lakukan adalah percaya.
Manusia kalau berdoa minta segera diharuskan, disatukan, dan dikabulkan. Padahal dipanjatkan doa ketika sudah terterkan. Lupa akan peran seakan menggantikan tugas Tuhan. :)
Karena fungsi doa itu meminta, bukan memaksa.