Hancur Ini kehidupan yang fana Orang-orang sibuk mengantri mengindahkan Kefanaan yang begitu mengiurkan Ada uang, ada tahta, ada cinta Uang, cahayanya mengkilap Wangi pabrik perbudakan Menggelapkan mata yang kalap Meninggikan hati yang hasad Tahta, mentereng bak sinar matahari siang nan terik Mengotorkan darah yang ingin Banyak akal bagi mau Ada cara bagi yang curang Cinta, indah semerbak di taman bunga Membutakan mata yang melihat Mentulikan telinga yang mendengar Menghilangkan akal si realita Kefanaan ini akan masyur ketika ia tak ada arah Uang akan terus menjadi primadona Tahta akan menjadi ratu nan aduhai Cinta akan menggelapkan dunia yang terang benderang Hai, mana kompas hidupmu? Kehancurkan sudah di peluk mata Sudah akhiri kedunguan Kau manusia, kau punya Tuhan Uang, tahta dan cinta Punya takaran pada gelasnya Tuhan beri engkau buku petunjuk Agar jangan sesat, agar tak hancur hidupmu sia-sia Kehancuran itu nyata Yang fana hanya nafsu mu Sekali kau perturutkan, hancur sudah hidup anak manusia . -azelais- . . Lubuk Alung, 13 November 2019 . . #MengunjungiNovember #Harlah4 #KelasPuisi #Harike13 @kelaspuisi @irayukii @narasibulanmerah https://www.instagram.com/p/B4zjTgzhZ-y/?igshid=wjl8rdnzl1lz