Kepada langit senja yang mendung, halo apa kabar? Masihkah awan setia menemanimu? Apa kali ini kamu ingin menurunkan hujan lagi? Jika tidak, bisakah kamu menyuruhnya untuk menurunkannya? Katakan padanya aku sedang rindu hujan. Aku tahu, ia sudah menurunkannya semalam tapi entah kenapa sore ini aku rindu lagi. Bukan karena aku ingin ia mewakili perasaanku, tapi sungguh perasaanku pagi ini sedang tidak apa-apa. Aku hanya rindu. Rindu sesuatu yang tak bisa aku sentuh. Rindu sesuatu yang ada tapi faktanya ia tak pernah bisa ada. Tak perlu aku jelaskan panjang lebar, aku rasa kamu, awan dan hujan telah paham betul tentang itu. Aku rindu hujan seperti aku rindu sesuatu itu. #Mengwitani, 18.05












