Generasi Menunduk Sampe Pegel
Kapan kamu terakhir makan bersama keluargamu dengan anggota keluarga yang lengkap dan tanpa seorangpun yang asyik dengan gadgetnya?
Kapan terakhir kali kamu makan dengan fokus menikmati hidanganmu sepenuhnya tanpa asyik nyambi dengan scroll timeline atau nontonin Instastory followingmu?
Kapan terakhir kali kamu mengikuti kegiatan kuliah dengan menyimak penuh penjelasan dosenmu atau mendengarkan presentasi dari teman-temanmu tanpa diam-diam asyik dengan games di ponselmu?
Aku tidak menuntutmu menjawab di hadapanku. Silakan jawab itu ke dirimu sendiri.
Jaman sekarang, rasanya hampir semua orang memiliki gadget, apalagi Generasi Millenial. Gadget membuat semua hal menjadi lebih mudah, berkomunikasi kini tidak lagi susah. Ingin bepergian tapi ga ada kendaraan? Pesan online saja! Gadget juga berperan penting dalam membantu pekerjaan. Di era sekarang ini, informasi dari belahan dunia manapun bisa sangat cepat menyebar. Fatalnya, informasi yang beredar tidak semuanya benar atau valid.
Bicara soal gadget, ada beberapa hal yang cukup memprihatinkan bagiku, yaitu pergeseran karakteristik sosial dan budaya masyarakat. Sekarang ini, rasanya aku tak susah melihat muda mudi yang katanya sedang nge-date di tempat makan tapi malah keduanya asyik sendiri dengan ponselnya. Sekelompok remaja yang ‘katanya’ meet up alias temu kangen, eh lha malah pas ketemu pada main ponsel. Ini pada temu kangen sama temen apa sama gadget, to? Herman aku tu. Lagi, misal lagi makan sendirian pun, entah di rumah atau makan di luar, pasti ada saja yang tangan kanan pegang sendok, tangan kiri pegang gadget. Nah ini mau makan makanannya, apa mau makan gadgetnya? Belum puas makan sambil main gadget, perut mulas, ke kamar mandi pun masih dibawa gadgetnya! Alih-alih cepat beranjak dari kamar mandi, karena bawa gadget, akhrirnya betah lama di dalem kamar mandi. Padahal gak baik lho kelamaan di kamar mandi, karena kamar mandi itu tempat tinggalnya syaiton. Ngeri kaaan. Yang lebih membuatku geram adalah, beberapa dari kita ada yang habis sholat baru selesai salam, toleh kanan dan kiri, eh bukannya langsung khusyuk berdoa, malah tangannya menyambar gadget lagi. Padahal mukenah belum dilepas, sajadah belum dilipat. Sehari ada dua puluh empat jam, yang kita isi dengan tidur, kuliah, bekerja, rapat, dsb. Emang ibadah paling lama berapa menit sih? Ko sampai hati ya kita cuma menyisakan waktu buat Allah? Itu pun kalo sempat, dikasih sisa pula. Kita kayanya santai aja waktu kita habis buat scroll timeline berjam-jam, liat instastory, balesin ratusan chat, tapi beberapa menit buat kebaikan aja rasanya....berat! Mudah sekali kita terlena dengan dunia maya, kalau begitu, kita sama saja berhasil membuat syaiton menuntaskan keinginannya, yaitu melenakan manusia.
Sebenarnya masih banyak fenomena lain yang terjadi dikarenakan terlalu asyik bahkan kecanduan dengan gadgetnya. Manusia jadi kurang bisa menikmati waktu yang dimilikinya secara ‘nyata’. Bukankah lebih asyik jika kita makan dengan menikmatinya secara penuh? Anggap saja wujud syukur atas karunia-Nya karena sampai sekarang masih bisa makan, sedang diluar sana banyak yang kekurangan.
Bukankan lebih baik saat kita makan bersama dengan keluarga kita tidak asyik bermain gadget sendiri? Bersyukurlah, mumpung masih ada waktu bersama keluarga, mumpung mereka masih ada dan masih bisa makan bersama. Manfaatkanlah untuk saling berbagi cerita, tentang apa saja yang telah dilalui akhir-akhir ini, baik senang maupun duka. Hitung-hitung refreshing sejenak. Dan mumpung kedua orang tua kita masih ada, belum tentu loh besok kita masih bisa berjumpa dengan beliau.
Bukankah akan lebih menyenangkan jika kita menikmati hidup ini secara ‘nyata’? Sapalah teman temanmu, gurumu, dosenmu, atau tetanggamu ketika bertemu dengan mereka. Jangan menunduk pura-pura tidak melihat karena lebih asyik dengan ‘pegangan’mu. Dengarkanlah teman-temanmu yang bercerita kepadamu, jangan ‘nyambi’. Kasian tau, mereka itu cerita ke kamu ya karena butuh didengar, tidakkah mereka sakit hati ketika mereka bercerita kepadamu tapi pikiranmu kemana-mana? Dengarkanlah penjelasan dosenmu secara utuh, karena itu adalah salah satu adab mencari ilmu. Jangan ketika kuliah kau tidak fokus mendengarkan, kemudian saat ujian kau tidak bisa mengerjakan sehingga nilai akhirmu jelek, kau menyalahkan dosenmu.
Aku tidak melarangmu untuk bermain gadget, aku hanya mengingatkan saja, kita ini makhluk dunia nyata, gunakan dunia maya sewajarnya saja. Karena di sekelilingmu masih butuh perhatian dan kepedulianmu. Jangan kelamaan nunduk, nanti pegel!
*Penulis sedang menegur dirinya sendiri