Hey kamu,
Taukah kamu kesehatan dan keselamatanmu adalah doa yg lebih dulu kuucap ketimbang doa untukku sendiri
Aku ingin melihatmu terus, menyaksikanmu bahagia entah seperti apa endingnya,
Karena rasaku digdaya, aku cuman mau kamu sehat sehat terus, maka kamu bisa selalu bahagia, seperti yang dulu pernah kubilang,
Aku mencintaimu, tidak perlu km pertanyakan rasaku seperti apa, sejelas apa, sebesar apa, sudah jelas bertahun tahun berlalu dan aku selalu kembali kepada kamu. Jika kamu masih bertanya tanya, atau km mencari kepastian hatiku untuk siapa, sudah jelas kamu jawabnya.
Aku mencintaimu setiap hari, setiap hari, setiap hari, dari hari ke hari semakin bertumbuh, dan aku ingin mencintaimu hingga besok, besok lagi, besok lagi, hingga kita berdua dipanggil kembali. Aku ingin bersama kamu, walaupun aku tau betul, dan aku paham, bahwa hatimu bukan untukku, bahwa rasamu enggak tertuju padaku, tapi tidak apa apa kan jika aku berharap begitu? Kamu satu satunya orang yang senantiasa kusemogakan, semoga pada akhirnya luluh juga hatimu, semoga pada akhirnya terbayar juga penantianku, semoga akhirnya bahagiaku dan bahagiamu adalah sama dan saling melengkapi. Kamu adalah laki laki terbaik yang aku kenal setelah ayah dan adikku, aku ingin membawamu setara dengan mereka. Aku bersedia menerima bagaimanapun kamu, kamu yang terbaik untuk aku.
Aku mencintaimu. Jika masih saja kamu pertanyakan rasaku, aku mencintaimu.
Aku mencintaimu, dan rasa ini sakit sekali. Memenuhi dadaku, menjelma sesak yang berujung air mata. Aku mencintaimu dan masih sama sedari dulu, masih juga dgn segala kesakitannya.
Aku mencintaimu. Sehat sehat terus, ya. Aku mau kamu selalu bahagia.
Meskipun enggak sama aku..










