Kapal
pernah suatu masa pada puncak keberanianku,
aku bertanya,
“sayangkah kau kepadaku?”
jawabanmu seperti kata-kata penyair
tenang dan mengawang-awang
ketakutanku menjelma laut
pada bulan purnama
sejak itu aku tahu,
kepastian tak mesti lebih baik
dari apapun juga
keberadaanmu adalah mercusuar,
yang menuntunku berlabuh
atau menjauh
Yogyakarta, 2018
Catatan: puisi ini pernah dimuat di Tulis.me dan kibul.in.
















