NHW #2 : Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan
Bismillah, hello tumblr!
Pagi ini setelah hampir 2 minggu absen kelas matrikulasi, saya kembali... Alhamdulillah dan sedih juga karena ketinggalan banyak materi. Sebelum saya menulis ini, izinkan saya memberikan alasan keterlambatan mengerjakan tugas--jika boleh. Saya sedang bedrest 2 minggu kemarin dan iya bedrest dari handphone juga. Kegiatan positif yang saya lakukan sembari bedrest adalaaah, membaca buku.
Tentunya ini jam-jam krusial mendekati dateline lagi. Anak dateline banget siiih. Hmmmm. Mengapa mengerjakan NHW #2 padahal datelinenya NHW #4? Karena NHW #4 berhubungan dengan NHW #2 secara langsung. Hehehe.
Jadi, di NHW #2 ini, saya sebagai istri mendapat tugas menanyakan pada suami,
Indikator istri yang bisa membuat suami bahagia.
Berdiskusi dengan Mas, jadi semakin menantang karena via telepon. Sedang LDM an ceritanya ini. Demi mengejar ketertinggalan tugas dan chat wag matrikulasi, saya harus bangkiiit!
Diskusi kemarin ternyata pertanyaannya kurang lengkap, dan ketika ditanyakan kembali dengan lebih lengkap dan bahasa teori, Mas menjadi bingung saudara. Jadi kemarin hanya sebatas diskusi : Mas mau punya istri seperti apa (dan bagaimana)?
Jawaban Mas :
1. Mengurus Rumah Tangga dengan Baik
Nabi SAW mencontohkan sering membantu perkerjaan rumah tangga istrinya, Mas ingin mencontoh dan berusaha menerapkannya dalam keluarga muda kami. Mas ingin dan berusaha menjadi suami yang baik. (Btw Mas, Mas mau sama Adek aja udah jadi paling baik buat Adek, ehem). Jangan merasa sendirian dalam mengurus rumah tangga. Ego saya tercukupi dengan baik ini, saya merasa dihargai dan, iya saya juga bahagia.
Saya lalu berpikir, ini tidak SMART ini. Masih mengambang. Kemudian saya ajukan proposal SMART saya, yang sudah kami jalani 2 bulan ini.
SMART : Rumah Rapi dalam satu tahun. Dalam rangka menerapkan A Home Team (workshop bareng bu Septi Desember 2018), kami memutuskan untuk rapi saat di dalam dan di luar rumah.
S : Merapikan rumah satu kali sehari dalam satu tahun. (Bisa menyapu, mengepel, mengembalikan barang pada tempatnya, termasuk mengusahakan membeli suatu barang jika barang tersebut sudah habis, dll)
M : 1 bulan sekali dievaluasi.
A : Bismillah. Rapi rapi Allah yang bantu merapikan nanti. Allah kan suka dengan kerapian.
R : mengerjakan semampunya namun sekuatnya. Belajar konsisten mengembalikan barang pada tempatnya.
T : Januari - Desember 2019
2. Bijak Mengatur Keuangan
Sebagai pribadi yang belum pernah merasakan penghasilan tetap, saya merasa masih sangat kurang dalam mengatur keuangan rumah tangga. Bukan di bagian boros, namun di bagian tidak mengerti apa yang harus saya persiapkan dan pikirkan. Saya pun kuliah keuangan online akhir tahun lalu.
Mas mendukung dan masih menjadikan mengatur keuangan ini menjadi istri yang Mas harapkan, dalam jangka waktu dekat. Dengan adanya amanah baru, kami harus memikirkan kembali perencanaan keuangan keluarga muda kami.
SMART : Mengetahui cashflow dalam 3 bulan dan punya dana darurat dalam 2 tahun. Metode pencatatan cashflow setiap hari dan menabung semampunya. Bismillah.
3. Menyiapkan menjadi ibu yang baik untuk anak-anak.
Bagian ketiga ini bagi saya masih begitu abstrak. Bagi saya, saya hanya memandang dunia ibu-anak melalui instagram, atau keseharian ibu-anak saat berkesempatan berbelanja di pasar atau jalan-jalan di tempat umum. Saya pun mengambil banyak pelajaran dari pengajaran Umi Abi saya ke saya dan dari cerita pengajaran Ibu Bapak Mas ke Mas. Kami bertekad mengambil yang baik dan memperbaiki yang salah di kami pada anak kami kelak.
Begitu abstrak bukan? (Seperti skripsi?) Benar-benar belum SMART. Namun bukan berarti kami belum menyiapkan.
SMART : Membaca buku cerita / parenting paling tidak 1 buku/2minggu dan membaca AlQuran setiap hari.
Saya dan suami mempunyai keinginan yang sama untuk membuat mucil-mucil(panggilan anak-anak di keluarga muda kami) menyukai buku, termasuk AlQuran, dan tentunya kami harus mencontohkan terlebih dahulu :)
Bagian ketiga inipun menjawab pertanyaan, "Andaikata kelak saya menjadi ibu, saya akan..."
---
Kemudian saya tanyakan ulang, setelah bingung, Mas mengerti yang membuat dirinya bahagia dan akhirnya langsung dengan excitednya menjawab,
0. Manut (Menurut)
Iya, menurut yang itu. Yang sami'na wa atho'na. Yang susah sekali belajarnya bagi saya. Setiap hari.
Mencari tujuan SMART nya susah ini. Dan suami mengajukan tahun ini "Kalau dikasih tau pakai ayat-ayat AlQuran dan Hadist, jangan dibantah, ya"
Bismillaah bismillaah. Mungkin bukan membantah sih, tapi apa ya, kaya merasa masih ego gitu, dan ini saya terus dan terus belajar untuk merendah pada Allah. Karena Allah Maha Tinggi dan Maha Melembutkan Hati. Bismillaaah.















