Tentang Rasa
Tidak terasa kita sudah sampai disini, melewati begitu banyak hal bersama. Aku tak mengerti apakah semua perbedaan ini mampu memperindah hubungan kita atau justru pembuka perpisahan kita(?) Terima kasih kau telah mampu bertahan dititik ini, tapi sepertinya kau mulai bosan. Ya inilah aku yang telah kau pilih, akankah kau perjuangkan atau kau tinggalkan. Aku paham kita sama-sama sibuk dengan urusan masing-masing, kau dengan pekerjaanmu dan aku dengan studyku. Jujur saat ini aku justru benar-benar membutuhkanmu. Akhir-akhir ini banyak hal yang menyita hati dan pikiranku, aku butuh kamu untuk menguatkanku. Tapi, sepertinya kau tak mampu mendampingiku. Salahkahkah permohonanku hingga kini kau justru pergi, ya kau bilang bukan pergi hanya ingin sejenak berfikir. Mungkin aku memang penuntut, tapi sadarkah kamu. Semua yang kuminta padamu adalah karena aku percaya membagi segala hal termasuk kesedihanku padamu. Jika justru seperti ini aku harus bagaimana terhadapmu(?) Apakah perlahan aku harus pergi, membiarkan kau bebas (karena aku cukup merepotkan untukmu), atau aku harus menunggumu sampai kau benar-benar bersedia di sampingku. Aku tidak ingin orang lain yang mendampingiku, cukup kamu disini disampingku berbagi hal bersamaku. Aku hanya ingin memasrahkan hatiku padamu, terserah bagaimana kau akan mengurusnya. Mungkin ini pula cara terbaikmu mengurus hati ini. Bolehkan aku memohon, hanya untuk saat ini. Dampingi aku sampai aku menyelesaikan tugas akhirku, aku benar-benar membutuhkanmu bukan orang lain. Tapi jika memang kau benar-benar sudah menyerah terhadapku, sadarkan aku untuk tidak berharap kepadamu. Aku berharap kau mengerti, aku memang bukan yg terbaik tapi aku sedang berusaha memperjuangkanmu.



















