Neraca Saldo Setelah Penutupan; Penjelasan dan Contohnya
Neraca Saldo Setelah Penutupan; Penjelasan dan Contohnya
Sebagai finishing dalam siklus akuntansi menyiapkan neraca saldo setelah penutupan merupakan hal yang mutlak dilaksanakan.
Neraca saldo setelah penutupan dibuat setelah jurnal penutup dibuat dan di posting ke buku besar. Ini adalah neraca saldo ketiga (dan terakhir) yang disiapkan dalam siklus akuntansi. Tentu sebelum membaca ini Anda bisa mereview ulang Cara Membuat Neraca Saldo Plus Contohnya
Awalnya cuma sederhana. Kami tahu kalimat ini sudah kadung legendaris untuk mengawali cerita tentang trivial yang diseriusin tanpa rencana. Namun, apa boleh buat, kejadiannya memang seperti itu. Suatu malam di bulan Desember lalu, kami gagal mengantuk. Jam sudah lewat tengah malam. Percakapan di whatsapp-pun sudah melantur kemana-kemana - jika tak bisa dibilang kehabisan bahan. Malah, salah satu dari kami buru-buru mengingatkan - sambil mengutip How I Meet Your Mother - bahwa tak ada hal baik yang terjadi selepas jam 2 malam. Pesannya: tidur sekarang juga, bagaimana pun caranya.
Hasilnya nihil! mata kami masih bandel dan bugar. Maka, kami sepakat bertukar link youtube yang kami sangka akan mengundang kantuk. Sayangnya, apapun yang kami tukar malam itu, semuanya tak manjur. Kami sepakat mengakhiri pembicaraan nyaris pukul 3 dan (tidak sengaja sepakat) terlambat bangun besok paginya.
Tak kapok, kami melanjutkan permainan ini sepanjang bulan Januari. Kali ini, lagunya bebas, tak harus mengundang kantuk. Kami sepakat bertukar 1 lagu setiap hari lengkap dengan suggested timing. Di atas kertas ini gampang: mengirim satu lagu saja setiap malam untuk didengarkan di hari berikutnya. 5 menit juga selesai. Nyatanya, kami kerap keteteran. Di antara tumpukan arsip yang minta direview dan patch online game yang harus dites dengan seksama, mengirim satu lagu pun lantas jadi tantangan. Dan lagi, menebak selera lawan itu sulit. Kalaupun sudah bisa ditebak, mencari simpanan lagu yang mendekati selera itu rasa-rasanya lebih sulit lagi. Tak ayal, tidak semua lagu yang dikirimkan disukai penerimanya.
Toh, pada akhirnya kami tetap mengirim lagu, karena masih ada sela-sela momen "menunggu" yang bisa dimanfaatkan untuk berburu lagu. Memang absurd kedengarannya, kami ini pekerja kantoran yang konon sangat sibuk. Waktu kami dihabiskan untuk memburuh. Namun, percayalah, selalu ada yang kami tunggu, mulai dari Bus Transjakarta yang tak kunjung datang, hujan di bulan Januari yang tak lekas reda atau kantuk yang - lagi-lagi - enggan datang. Malah, kalau skalanya mau diperluas, kami - seperti manusia Indonesia lainnya - punya segudang hal untuk ditunggu, dari ketegasan Jokowi dalam masalah KPK VS POLRI eh PDI-P, penyelesaian kasus Cak Munir yang makin tak jelas, keadilan bagi korban genosida 65 yang masih di awang-awang hingga kedamaian tiba di Papua. Nah, kalau sudah begini, Insya Allah mixtape bulanan ini bisa terus kami hidupi, entah sampai kapan.
Akhirul kalam, silakan nikmati mixtape alakadarnya ini jika berminat. Sebuah "neraca saldo", hasil kompromi "debit-kredit" selera kami yang akhirnya "net off". Kami berdoa semoga mixtape ini bisa mengisi waktu rehat anda di tengah usaha mencari nafkah, ikhtiar mencari jodoh dan - bagi sebagian orang - perjuangan menambah koleksi vinyl dan batu akik.
Tabik
Silakan stream mixtape ini di sini atau download di sini
Terimakasih untuk Oming Putri atas foto yang kami jadikan artwork dan ide nama mixtape ini :)