Nyatanya Lia masih tetap ditempat yang sama belum berpindah. Yang baru dari dia hanya suasana hati yang sedikit berubah dari hari-hari biasanya. Anit masih sibuk dengan urusan yang sedang dia kerjakan, entah dia yang benar-benar sibuk atau pura-pura sibuk. Bebarapa bulan yang lalu Anit, menghadapi masalah yang tak berat, namun dia memikirkan permasalahan tersebut hingga kebawa perasaan.
Marah hanya itu yang bisa Anit luapkan. tidak hanya satu atau dua orang yang kena marah, semua teman-teman kontrakan dia mendapakan sikap dingin akibat marah. Anit kesal kenapa hanya dia kala itu yang tak diajak pergi. Kenapa harus ditinggal?.
Lia mencoba tenang dan berfikir, apa salah kami?, kami mencoba mengajak dia pergi bersama namun banyak alasan yang dilontakan. terus ini salah siapa? kami?, jujur Lia tidak terima kenapa harus kami, setelah kejadian kami meninggal kan dia karena alasan tertentu, kami memiliki etikad baik untuk mengajaknya datang kesini. tapi apalah daya dia yang tak mau.
Peka kurang peka apa kami sebagai teman konrakan dia, kadang diri ini harus bersikap odo amat terhadap masalah yang sedang dia hadapi agar dia belajar dewasa..