Sabtu Bersama
Pagi menuju siang, langkah kembali tertata. Aku kembali belajar tanpa malu, karena banyak yang masih harus diperbaiki.
Serangkaian kata di pelajari, huruf demi huruf diamati cara pelafalannya. Sungguh, masih sangat jauh menuju hingga mendekati sempurna itu.
Selepasnya, siang menuju soreku. Kembali aku melangkah ke tempat dengan arah yang berlawanan. Aku tak menolak, karena mungkin sudah menjadi kesukaanku, menangkap hikmah dari tayangan kisah.
Terlihat, toleransi mengagumkan disana. Terdapat cara mendidik yang baik, seperti yang pernah aku terima sesekali, yakni dengan sebuah analogi. Mengagumkan, sungguh!
Pulang, akhirnya malam pun tiba. Seluruh warga tertidur. Seer, bodyguard, werewolf, dan villager. Bangun bergantian, hingga pagi pun tiba. hehehe
Bait terakhir menjadi penutup, dari banyak peristiwa malam penghujung hari ini.
Kali ini, sabtu bersama. Ditutup dengan pelajaran, mengatur sebuah emosi dan mimik muka. Bukan agar mampu bermuka dua, namun untuk pandai memposisikan diri. Agar bertahan hingga akhir, hingga semua tugas yang diemban terselesaikan dengan baik, lebih bagus pula dengan maksimal.
Tak henti, aku mengagumi rencana-Mu dan hikmah-hikmah yang selalu terselip dalam semua peristiwa yang diperkenankan, untuk aku alami.
Alhamdulillah.
Sabtu, kita bersama. Terima Kasih.












