AYO. I HAVE FRIENDS I WANT TO TALK TO. DISCORD. FUCKING LOAD
seen from Poland

seen from China
seen from Russia

seen from United States

seen from Pakistan
seen from Russia
seen from China
seen from Russia

seen from Russia
seen from Singapore
seen from Russia
seen from Germany
seen from Belarus

seen from Malaysia
seen from Russia

seen from Germany
seen from Türkiye
seen from United States
seen from China
seen from United States
AYO. I HAVE FRIENDS I WANT TO TALK TO. DISCORD. FUCKING LOAD
kepada sejawat, enun.
cerah sekali hari ini, silau mei
seperti highlighter dihidung dan dekat garis mata nun
panas bukan mainya lagi serta riuh
seperti kebaya yang kau kenakan
kepala berat menopang si toga
tubuh berat menopang lemak
berat hanya tanda tangan si dosen
kau berjalan mengitari kampus
tangan mengitari tali toga kekanan
bahagia sekali
haru serta tenggelam dalam isak tangis
seperti orang lainnya
seperti teman-teman enun lainnya
bahkan sama seperti isi pesan ditelepon genggam
kata-kata yag klise
kata-kata klasik
“Selamat telah menyelesaikan dan memperoleh gelar, semoga cepat mendapatkan kerja”
bukan itu
selamat datang didunia kedewasaan, jangan kelamaan jadi pengangguran atau setidaknya menikahlah.
(untuk sahabatku Weni Aprilia tepat hari ini 2019/05/02 merayakan wisudanya dan kenaifan dari diri saya)
Makam untuk Malam
Apa kau baik-baik saja? Aku mau tau
Malam ini dingin, pukul 00:18 Bunyi jam berdetak, pekau sekali Televisi dimatikan sebab tak begitu asyik Bulan sendirian malam ini Aku pun juga
Aku terkunci dalam ruang Dibalik tembok ada suara memanggil Rupanya kau yang tak ada rupa
Kemarin malam kau datang Membawa serta sabit di bibir Aku rindu Aku terbuai
Kau berceloteh kemarin malam Tentang kekasih yang jauh di sana Tentang rindu yang sudah lama dipasung Malamku habis dimakan Sia-sia
Jangan kembali, temui lah Pergilah jangan bawa apapun tentang aku
Kau begitu dingin Hatiku berdetak, sial! Aku mau kau.
Curup Tengah, 15 April 2018
(puisi ini sebelumnya aku posting di website steemit selang ebebrapa waktu setelah post ini orang-orang menyebutnya mpugondrong seorang pekerja seni, sastrawan bertemu dengan beliau april 2018 di suatu acara kesenian teater di kota padang, beliau membubuhkan kimentar di puisi ini “Teruslah menulis.Tulislah dengan hal-hal dekat, meski sederhana tapi kita paham dengan apa yang kita nau dari karya itu.Salam @mpugondrong” sungguh aku bukan main senangnya karena beliau mampor steemit ku, semoga tak ada puisi-puisi aku yang absen lagi).
Benang
......
Bagaimana bila sepi dipotong?
Adakah pisau siap menebas kesunyian?
Lalu, dijahit-disulam tinggalah kegembiraan, "ramai".
Begitu katanya
Sepi ini dia bungkus dengan pisau.
Simpan saja, suatu waktu nanti dia perlu untuk menyepi.
...........
pondokan artika, 2018
Swumpama
Jika pohon kecil saja bisa menjadi subjek dalam tulisanku lantas bagaimana dengan kau?
Kau
Kau begitu gundah
Begini saja jika Bila sekedar singgah datanglah sekalian bertandang, namun jika ragu lekaslah pergi Hanya menggangu imaji ku saja
Aku tak suka .
Ini aku buat saat lihat kamu posting ibu kamu dihari ibu "ku teringat dengan ibuku".
Bu, maaf aku tidak bisa bermanja-manja kata di hari ini. Selalu memberi kabar diwaktu yang telat terkadang satu bulan 2-3 kali aku memberi kabar itu pun hanya tangisan, rintihan, kekesalan omelan umpatan dari bocah kecil kau ini.
Bu, bagaimana dengan gincu ungu kau? Masih adakah? Atau telah raib habis kau pakai?
Bu, tak ada yang bisa aku berikan hanya rengekan dan itu pun selalu keluar dari mulut kau "berhentilah menjadi wanita lemah".
Ayah, aku mencintai kekasihmu ini lebih dari aku mencintai diriku ini. Ayah kekasih kau ini baik, dia bisa mencintai kau juga, serta dua bocah kecil pemalas.
Selamat Hari Jumat.
Sayang, kau lebih suka melihat awan diatas gunung sedang aku penyuka awan yang berlarian menyapu tepian pantai
jelas, sayang?
Sayang. Sayangnya aku dan kau telah usai disertai hujan awan hitam
Sayang. itulah dia si perempuan diatas awan?
Kau baik sayang, meninggalkan aku di bawah awan berjalan mendekati awan diatas.
Suatu kepantasan dari fantasi.
Kendak utak aku. be.
Aku ingin kau menjadi puisiku, agar tak ada ruang bagi penyair untuk membacamu.
Aku ingin kau menjadi puisiku, menari bersama tinta pena berakhir dengan tanda titik.
Setiap hari ku baca kata per kata hingga tak ada yang mengambil puisiku.
Aku ingin kau menjadi puisi terakhirku, berakhir denganmu tanpa jeda tanpa koma tanpa spasi.
Aku ingin kau.