Writing is the only way to change the world without leaving bed.
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Romania

seen from Norway
seen from China
seen from China
seen from Norway
seen from Germany
seen from China

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Germany
seen from China

seen from United States
seen from Malaysia
seen from Japan
Writing is the only way to change the world without leaving bed.
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia
"We Must to Have Spritual Master"
Tujuan mengajar seorang pelajar adalah memungkinkannya jalan terus tanpa gurunya.
~Anonym
Pekerjaan guru itu mengambil rangkaian kawat hidup dan mengetahui bahwa mereka sedang tertimbun di bawah bumi.
Ketika kita masih di pendidikan dasar sampai perkuliahanpun sering kali kita mendengar sebutan guru ngaji, guru silat, guru sekolah dan guru besar, tetapi diskusi kita kali ini mengenai guru spiritual. Guru spiritual bisa kita katakan dengan sesesorang yang memiliki ilmu dan kemampuan lebih secara spiritual (batin), kebanyakan memiliki karomah (keajaiban) bahkan dapat mengetahui hal yang ghoib dan mampu menuntun murid-muridnya ke jalan yang lebih bijak, halus, dan penuh ketenangan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Itu kira-kira definisi yang bisa kita rumuskan.
Sepahaman penulis dalam tradisi sufisme dan implementasinya pada dunia tarekat, mursyid dan sebangsanya adalah guru pembimbing sekaligus guru spiritual bagi murid-muridnya. Apa yang diajarkan dan diperintahkan oleh seorang mursyid(guru spritual), para murid sangat percaya dan yakin bahwa itu adalah jalan yang harus dilakukan walaupun terkadang ketika dipikirkan lagi mengenai apa yang dipermasalahkan semua itu begitu tidak masuk akal.
Pelajar atau murid terhadap mursyidnya harus sami’na wa atho’na (dengar dan taati) kalau boleh dibilang taklid buta. Jangan heran bila dalam riyadhoh (latihan+ujian), semua perintah guru akan diikuti tanpa berpikir sebagaimana normalnya. Misal saat guru akan melatih keikhlasan dan kesabaran, bila guru menyuruh sesuatu yang aneh, yaa tantangan itu yang harus kita jalani.
Namun mencari guru spiritual juga haruslah hati-hati, apalagi kita yang masih seorang pelajar dan sangat membutuhkan yang namanya bimbingan. Banyak sekali orang mengaku sakti mandraguna, otot kawat tulang besi, punya karomah dan mengetahui alam ghoib, namun ternyata tidak lebih dari sekedar ilmu perdukunan, panormal, orang pinter yang dibungkus dengan label ustadz, kyai, syech, ajengan, buya dan tuan guru.
Seperti kejadian yang rame saat saya masih di Pesantren tambak beras tentang Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang mempunyai ribuan murid atau santri, bahkan sekelas profesor pun ikut andil dalam kesesatan dan mudah terperdaya oleh hal itu. namun ternyata sang pelaku hanya seorang penipu dan pembunuh murid-muridnya sendiri. Yang katanya bisa menggandakan uang, bulshit itu semua.
Kalo memang ingin belajar ilmu menggandakan uang? Bekerja, belajar, ikut seminar orang-orang sukses saja lah dengan cara yang halal, jangan dengan mudah dibohongi dengan mencari kekayaan lewat bank goib. Jika salah jalan malah ilmu pesugihan dan tumbal keluarga yang didapat.
Orang barat sering mengatakan "A teacher affects eternity; he can never tell where his influence stops. Seorang guru mempengaruhi keabadian; ia tidak pernah bisa mengungkapkan dimana pengaruhnya berhenti.
Apa bahayanya bila kita salah dalam mencari guru spiritual? Banyak sekali. Bila salah guru, salah ilmu, keluarga masa depan kita yang akan juga menjadi taruhan, bukannya jalan lurus dan terang yang akan kita dapat, malah jalan sesat, kelam dan penuh kesunyian. Kebahagiaan di dunia tidak didapat, sengsara di akhirat sudah pasti.
Saya masih ingat ketika guru saya menceritakan kisah ini dengan intonasi berbicara yang penuh canda ~ Ada seseorang yang tidak juga menikah walau usianya sudah hampir 40 tahun. Usut punya usut, ternyata karena dia begitu percaya dan terikat hidupnya pada si guru spiritual. Setiap kali dia menemukan gadis yang cocok, dia akan berkonsultasi dan menanyakannya kepada guru spiritualnya. Kemudian guru spiritualnya akan melakukan proses penerawangan untuk melihat kecocokan secara batin dan melihat prospek kebahagiaan di masa yang akan datang.
Dalam hal ini, guru yang dianggap spiritual itu sudah bertindak sebagai psikolog yang melihat kepribadian si calon sekaligus sebagai peramal masa depan. Sampai saat ini, semua gadis yang dinyatakan ke si-guru spiritual tidak ada satupun yang cocok. Jadilah dia jomblo hingga saat ini. Celakanya, guru spiritualnya juga jomblo karena belum menemukan yang cocok dengan metode penerawangan yang sama, heuheu.
Biasanya siapakah para pembelajar yang berguru atau istilah jawanya "ngawulo"pada guru spiritual? Sebagian besar orang yang sadar bahwa dia membutuhkan teman, panutan, seberkah cahaya, pembimbing ada seorang pengingat dan membenarkan bila melakukan kesalahan hanya demi bagaimana cara untuk menjalani hidup dengan baik dan benar sesuai tuntunan Allah.
Seorang guru bukanlah pemberi kebenaran; dia adalah pemandu, penunjuk jalan menuju kebenaran yang mana harus ditemukan sendiri oleh jiwanya yang bersih.
~Anonym
-----
“Pelajaran Kehidupan”
Ayah saya memberi saya tiga kalimat dan beberapa pilihan untuk membantu saya dalam hidup.
Suatu hari, ayah saya memasak dua mangkuk mie dan meletakkan dua mangkuk di atas meja. Satu mangkuk disajikan dengan satu telur di bagian atas mie dan mangkuk lainnya tidak memiliki telur di atasnya.
Ayah berkata, "Anakku, silahkan kamu pilih, mangkuk mana yang kamu inginkan, (telur sulit didapat saat itu). Hanya bisa makan telur salama Festival Tahun Baru Islam, tentu saja anak itu memilih mangkuk dengan telurnya, saat mereka mulai makan, anak itu mengucapkan selamat kepada dirinya sendiri atas pilihan dan keputusan cerdas yang anak lakukan dan mendapatkan telur itu, lalu anak itu terkejut ketika ayahnya makan mie bersama ayah tersebut, ternyata ada dua telur dibawah mangkuknya, tersembunyi di bagian bawah mie. Anak itu begitu menyesal memarahi dirinya sendiri karena terlalu terburu-buru dalam keputusannya, Ayahnya tersenyum dan iba kepada anaknya.
"Anakku kamu harus ingat apa yang dilihat matamu mungkin tidak benar, jika kamu berniat mengambil keuntungan dari orang lain, kamu akan berakhir dengan kekalahan.
Keesokannya harinya, ayahnya kembali memasak dua mangkuk mie, satu mangkuk dengan telur di atasnya dan mangkuk lainnya tanpa telur diatasnya. Sekali lagi, dia meletakkan dua mangkuk di atas meja dan berkata kepada anaknya, "Anakku, silahkan kamu pilih, mangkuk mana yang kamu inginkan" kali ini anak tersebut berpikir lebih pintar dan bijaksana, anak itu memilih mangkuk tanpa telur di atasnya. Yang mengejutkan adalah saat anaknya memisahkan mie di atas, tidak ada satupun telur di dasar mangkuk, sekali lagi ayahnya tersenyum dan berkata kepada anak tersebut.
"Anakku, kamu tidak harus selalu bergantung pada pengalaman karena terkadang hidup dapat mengecohmu atau menipumu, tetapi kamu tidak boleh terlalu jengkel atau bersedih, ini hanya sebagai pengetahuan yang kamu dapat sebagai proses pembelajaranmu, dan kamu tidak akan mendapatkan pelajaran semacam ini dari buku, sekolah maupun dibangku kuliahmu."
Hari ketiga, ayahnya memasak dua mangkuk mie lagi, satu mangkuk dengan telur diatas dan mangkuk lainnya tanpa telur di atasnya, Ayahnya meletakkan dua mangkuk di atas meja dan kembali berkata kepada anaknya, "Anakku, silahkan kamu pilih mangkuk mana yang kamu inginkan". Kali ini si Anak memberi tahu ayahnya, " Ayah yang memilih terlebih dahulu. Ayahnya adalah kepala keluarga dan berkontribusi paling banyak pada keluarga tersebut, lalu Ayahnya tidak menolak dan memilih mangkuk dengan satu telur di atasnya. Saat Anak mulai memakan mie, di hati ia berkata pasti tidak ada telur di dalam mangkuk ini. Yang mengejutkan adalah ada dua telur di dasar mangkuk, ayahnya kemudian tersenyum kepada anak tersebut dengan cinta di matanya.
"Anakku, kamu harus ingat ketika kamu berfikir untuk kebaikan orang lain, maka hal-hal baik akan selalu terjadi pada dirimu, ingat itu."
Anak tersebut selalu ingat tiga kalimat nasehat dari ayah dan hidupnya selalu melakukan sesuai nasihatnya, dan alhamdulillah anak tersebut sekarang menjadi sangat sukses luar biasa, hingga menjadi Presiden.
Sebab dimana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri disitu ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.
Anak itu adalah Presiden Turkey Erdogan
"Manusia akan diuji dengan apa yang paling kuat ia perjuangkan"
Jadi, jika saat ini engkau sedang diberi ujian berupa harta, popularitas, atau jabatan mungkin engkau terlalu kuat memperjuangkan itu, sehingga Allah mau engkau longgarkan sedikit ambisimu itu.
-usth putri
Sesuatu yg ditakdirkan untuk kita, akan begitu mudahnya diri kita digerakkan oleh ALLAH menjemputnya.
Untuk diriku sendiri, atas satu minggu yang sangat nano-nano. Bismillah dan Alhamdulillah. kalo lah ALLAH meridhoi, semoga menjadi penggugur dosa kesemua lelahnya, dan mengantar pada kebaikan-kebaikan lainnya.
Satu tahun lagi, aku berjanji akan menuliskan kisah ini. Saat perjalanan ini satu persatu menemukan muaranya.
18 Januari 2021/ Fadhilahnfhd
Tips buat kalian yang ingin mengurangi REBAHAN🚫🛏
Assalamualaikum teman-teman, Saya ingin berbagi pengalaman saya dalam mengurangi kebiasaan buruk rebahan. Loh kenapa buruk? Soalnya saya rebahannya sambil main hp berjam-jam dan sampai lupa waktu, akhirnya kalau sudah menjadi "kebiasaan" setiap hari kalau tidak rebahan berjam-jam pasti ada yang ganjal gitu. Langsung saja ini beberapa tips untuk mengurangi rebahan :
1. Buatlah Skala Prioritas
Jika kalian pelajar, mahasiswa, ataupun pekerja kalian pasti mempunyai tanggung jawab dalam bidang masing-masing. Contoh saja jika kalian seorang pelajar, ada tanggung jawab untuk sekolah dan kegiatan di luar sekolah, mulailah membuat skala prioritas tanggungan tersebut seperti :
1. Membantu ibu membersihkan rumah jam 4 sore.
2. Tugas sekolah biologi harus selesai sebelum jam 6 sore.
3. Mengumpulkan essay ekonomi jam 7 malam.
4. Bisa rebahan 1 jam jika tanggung jawab sudah selesai semua.
5. Jam 9 malam persiapan untuk tidur.
Setidaknya jika kalian tahu apa yang akan kalian lakukan, Skala prioritas bisa meminimalisir terjadinya rebahan hehe. Dengan kalian harus mengerjakan tanggung jawab kalian terlebih dahulu, dan memberikan "rebahan" sebagai hadiah karena telah menyelesaikan apa yang seharusnya kalian lakukan. Tips saya gunakan notebook khusus untuk menulis skala prioritas atau bisa menggunakan sticky note agar mudah dijangkau dan mudah terlihat atau lebih mudahnya lagi kalian bisa menggunakan aplikasi note/pengingat gratis di playstore.
2. Mulailah rutin berolahraga.
Carilah mini exercise/workout di youtube yang cocok untuk kalian dan bisa dilakukan di rumah apalagi kamar hehe. Buat kalian yang sering rebahan per hari lebih dari 1 jam pasti punggung, bahu, dan leher rasanya sakit banget dan malah pengen rebahan lagi dengan alasan kecapean🤣. Setelah ketemu olahraga yang cocok langsung deh dipraktekin at least 10-30 menit per hari dan jangan lupa ditulis di skala prioritas ya!.
3. Duduk
Ya, bener banget duduk. Coba perlahan ganti rebahan dengan duduk. Misal nonton drakor sambil duduk ditemenin teh anget or latihan nulis di tumblr sambil duduk. Fun fact main hp sambil rebahan gaya tiduran:v bisa buat mata sakit dan nanti ujung-ujungnya kepala pusing, kalo kepala pusing udah males ngapa-ngapain, akhirnya kewajiban dianggurin.
4. Stop labelling diri kalian kaum rebahan.
Secara tidak sadar,kata yang sering kita fikir dan ucapkan bisa memengaruhi apa yang kita lakukan. Jika memang rebahan adalah suatu kegiatan yang lebih banyak membuatmu bermalas-malasan, mengapa tidak menyebutnya kegiatan yang semakin menjauhkan diri dari kesuksesan(or goals kalian) trik ini ampuh banget buat Saya karena memang benar kalau rebahan untuk saya banyak malasnya
🥨Itu saja tips dari saya, ohya maaf banget kalau banyak kesalahan dalam penulisan karena ini tulisan pertama saya di tumblr(dan sambil duduk nulisnya:v)
🥨Semua bisa diubah kok kalau kalian sendiri mempunyai niat yang kokoh dan pantang selesai sebelum sudah:)
🥨[16-10-2020]
Insecure.
-Ada orang yang ngeluh gara2 serba kekurangan, serba susah. Jangankan buat mikir gimana nyambut ramadhan, buat makan sehari-hari aja harus mikir keras. Kita harus tau, yang ngalamin itu bukan satu atau dua orang, tapi banyak banget.
Mirisnya, pernah ga kita mikir serba kurang? Saat kita tau mungkin kalo kita laper tinggal order, atau kita yang sehari-hari makan tinggal ngambil di meja makan. Inilah pentingnya kita bersyukur atas diri sendiri.
Banyak orang yang ngerasa insecure, bahkan ada orang yang sampe mikir, “buat apa saya dilahirin?” “kok dia lebih kaya, lebih cantik, lebih pinter?”. Disini kita bisa ambil, rasa syukur itu tidak cukup mengenai apa yang kita punya, tapi “syukur” ternyata lebih dari itu, mulai dari kita bersyukur terhadap kelahiran kita ke dunia ini, kita bersyukur telah lahir di keluarga yang sekarang sangat menyayangi kita, namun kita tahu setiap orang tua mungkin punya caranya sndiri-sendiri untuk memaknai rasa sayang itu.
Saya juga punya catatan, buat seluruh pelajar. Tolong, bagi yang punya kemampuan lebih, dan nilainya bagus-bagus tiap ujian, tolong jangan bilang “kok nilai aku kecil ya?” padahal kita tau nilai kamu masih jauh di atas KKM. Tolong bersyukur, kita yang setiap ujian dapet pas-pasan aja udah seneng, sumpah.
-Cakrawala,2020
Pintar
Tadi gak tau kenapa tiba2 bahas matematika bareng Windy Haruno, katanya kemarin dia lg nntn youtube wich is itu tentang matematika. Selain itu kita juga bahas tentang youtuber terkenal yg jago matematika, yaiyalah kuliahnya matematika di Jepang. Ok kalian mungkin atau pasti tau dia. Ya, Jerome. Saya sama Windy sampai takjub mendengar kepintarannya tentang matematika. Mulailah kami bahas si Jerome, saat dia mengerjakan soal matematika tanpa nulis dan mendapatkan jawabannya hanya dlm 10 detik *santuy bener yah, sampai pembahasannya yg bisa bikin kepala jd panas. Haha Banyak orang pasti iri dan ingin menjadi seperti Jerome. Sudah pintar matematika, kuliah di luar negeri, tampan pula. Yekan? Terutama banyak yang memuji kepintarannya akan matematika. Tidak menutup kemungkinan waktu kita sekolah pasti yg di puji2 oleh guru adalah murid teladan, yg dtng pagi, pintar, berorganisasi dll. Tp tunggu dulu, pintar menurut kalian itu gimana sih? Yg bisa menguasai seluruh bahasa? Yang bisa menguasai satu atau bahkan lebih pelajaran? Yang jago speak up depan public? Yang mengikuti banyak organisasi? Kalau ku tanya, apakah kalian menguasai semua pelajaran? Menguasai public speaking tanpa merasa cemas atau psikosomatik? Gini loh, maksud ku pintar tdk harus jago di bidang akademik. Kita masing2 masih punya bakat lain yg bisa kita jadikan alat buat mencapai kesuksesan yg kita inginkan. Karena tdk bisa di salah satu atau bahkan semua pelajaran bukan berarti bodoh. Jd stop menilai pintar atau tdknya seseorng hanya krna dia gak bisa di akademik.
Nyaman tapi Tidak Aman
Akhir-akhir ini saya kepikiran tentang masa-masa kuliah saya sekarang. Kalau saya bandingkan dengan masa sekolah (SMA) dulu, tingkat kecemasan dan ketidaknyamanannya ternyata berbeda. Saat kuliah sekarang, jujur saya lebih skuy aja, ga begitu cemas saat sekolah dulu, padahal sekarang saya harus mandiri, apa-apa sendiri dan jauh dari ortu.
Apa mungkin karena kuliah saya tidak serius? Atau karena jurusan yang saya ambil berbeda rumpun saat saya SMA dulu? Seperti menjajaki sesuatu yang baru. Tapi, kenapa rasanya ini mudah sekali?
Takutnya saya jadi keenakan, takutnya saya terlalu nyaman karena katanya nyaman itu jebakan. Mungkin saat ini saya merasa gak terkekang seperti dulu, tapi takutnya ini yang membuat saya tak terkontrol, takutnya saya... Ah, banyak yang saya takutin.
Ternyata merasa nyaman gak membuat saya merasa aman, tapi harus ada yang saya koreksi, apa yang salah? Karena sejatinya masalah ini seperti 'Matematika' jika itu terasa mudah, mungkin caramu menjawab adalah salah.