APA YANG KALIAN CARI? KEBENARAN / PEMBENARAN?
Salah satu hal yang paling berharga adalah waktu. Karena ketika Anda memberikan waktu Anda, maka Anda telah memberikan sesuatu yang sesungguhnya tidak dapat Anda ambil kembali. Termasuk ketika Anda memberikan waktu untuk membaca tulisan ini.
Tidak sedikit yang mengasosiasikan waktu dengan menua dan mendewasa.
Bertambahnya usia dan menua adalah suatu keniscayaan. Namun, ada perbedaan menjadi menua dan mendewasa. Artinya, menua tidak paralel dan berbanding lurus dengan mendewasa. Bisa saja Anda menua tapi tidak mendewasa.
Hal mendasar dari mendewasa yaitu dapat membedakan mana yang salah dan mana yang benar.
Menjadi makhluk hidup adalah tentang menjalani dinamika-dinamika kehidupan. Seringkali dinamika-dinamika tersebut bersentuhan dengan berbagai macam persoalan dan permasalahan.
“Semakin ditempa persoalan dan permasalahan akan semakin mendekatkan kepada kedewasaan atau mendewasa.”
Persoalan memiliki kata dasar “soal” dimana soal merupakan sesuatu yang harus dijawab yang probabilitasnya adalah 50:50 either itu menjadi benar atau menjadi salah. Sementara permasalahan memiliki kata dasar “masalah” dimana masalah merupakan sesuatu yang harus diselesaikan secara benar sehingga tidak lagi menjadi salah. Keduanya, baik itu persoalan maupun permasalahan menghasilkan output kebenaran secara empiris.
Seseorang yang sedang dalam masa pencarian ataupun dalam menyikapi persoalan dan permasalahan pada hakikatnya adalah mencari kebenaran. Namun, seringkali dalam praktiknya proses seseorang tersebut untuk mengetahui dan menjadi benar terjebak pada suatu arah. Bukan kebenaran yang akhirnya dicari melainkan pembenaran.
Agak tricky memang antara mencari kebenaran atau mencari pembenaran.
Mencari kebenaran adalah tentang mencari sesuatu yang mutlak bernilai benar yang tidak dapat disangkal. Sementara mencari pembenaran adalah tentang mencari segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai alat untuk membenarkan (membuat yang salah seolah-olah menjadi benar).
Agar tidak terjebak dalam arah yang demikian, maka aturan mainnya adalah open mindedness. Open minded adalah tentang membuka kemungkinan bahwa diri kita bisa saja salah sekaligus membuka kemungkinan bahwa orang lain bisa saja benar. On the other hand, oposannya adalah close minded yang kemudian tidak membuka kemungkinan tersebut sehingga justru memberi batasan pada pencarian kebenaran dan membuka jalan pada pencarian pembenaran.
Mencari kebenaran akan membuat Anda menua sekaligus mendewasa. Sedangkan mencari pembenaran akan membuat Anda menua tanpa mendewasa melainkan menjadi perekayasa.
Coba refleksikan diri, Dalam menua ini, waktu yang kalian gunakan untuk mencari apa? Kebenaran / Pembenaran?