Garis takdir
Kita ibarat dua garis yang pernah saling bersinggungan, bahkan saling tegak lurus berpotongan.
Garis yang pernah saling tegak lurus tersebut semoga benar-benar telah berhasil memotong ego kita masing-masing.
Pada perjalanan selanjutnya, dua garis lurus ini memilih untuk menyamakan arah menjadi garis lurus yang saling sejajar beriringan menuju ke arah yang sama. Itulah garis takdir yang kita pilih.
Sampai pada level ini, semua perjalanan merangkai kepingan puzzle ini selesai. Terkadang, dalam suatu perjalanan pun kita butuh menjeda. Sejenak menengok ke belakang, melihat apa saja yang sudah kita lepaskan dan apa saja yang seharusnya dipertahankan. Bukan karena telah lelah, tapi masing-masing dari kita telah merasa cukup.
Bukan berarti perjuangan telah usai, tapi bersiap untuk perjalanan menyelesaikan teka-teki kepingan puzzle pada level berikutnya.
Akankah garis takdir yang kita pilih sesuai dengan garis takdir yang ditentukan oleh-Nya?
Manusia sering susah melogika Tuhan, maka iman sebagai kuncinya.














