Tuhan kita dan suku pedalaman sama..Tuhan orang modern dan prasejarah sama....cuma ada yang menjaga kelestarian alam dan ada yang merusak alam
Tuhan kita dan suku pedalaman di indonesia sama…..Dia Tuhan yang tak nampak dan tersembunyi… yang jadikan pagi dan malam …hujan dan kemarau...aktifitas dan istirahat…makan dan minum…pernikahan kelahiran kehidupan dan kematian….itulah Tuhan Israel ,Arab dan Segala Bangsa…pada jaman purbakala…prasejarah… Sampai modern…
Tuhan diquran dan bibel juga sama….cuma dilafalkan dalam bahasa asing arab ibrani yunani dan diterjemahkan kedalam bhs indonesia yang banyak salah terjemah dan pilihan kata..
Jannah itu artinya taman… Diterjemahankan surga Nar itu artinya api… Diterjenahkan neraka…
Padahal surga neraka menurut bahasa sanskerta kitab hindu itu berbeda arti dengan taman jannah dan api nar..yang kekal di alquran Padahal surga neraka menurut bahasa sanskerta kitab hindu budha itu tempat tinggal sementara…
Suku pedalaman mengenal tuhan dari memperhatikan alam…dan pendidikan orang tua langsung…
Kita kenal Tuhan dari baca buku yahudi kristen islam…
Klo main main rekreasi kesuku toraja baduy dayak mentawai….mereka lebih kenal tuhan dari kita yang dikota…hanya tuhan itu disebut dalam bahasa daerah masing masing…..
Suku pedalaman …gak mau merusak alam….sehingga kelihatan gak maju…tapi mereka mandiri pangan… Dan energi…gunakan energi terbarukan…
Beda dengan kita yang dikota yang tergantung uang pasar lokal nasional global inflasi deflasi kebijakan pemerintah…harga minyak dunia lpg bbm listrik nikel…
Tanpa itu semua kita mati… Suku pedalaman bisa hidup tanpa itu semua….masya Alloh la khaula wala quwwata illa billah..
Orang pedalaman lebih gak nyocot kayak kita…lebih sederhana….
Lebih ngerti jaga alam kendalikan populasi anak daripada yang dikota…lebih faham masalah stok pangan hutan jadi gak banyak anak……lebih ngerti jaga keseimbangan alam…..
Saya rasa suku pedalamanlah yang pantas masuk taman surga….
Kita sendiri banyak melanggar keseimbangan alam….

















