Perihal ingin melupakan cinta yang kau dustai .
Kini aku tak ingin kau jumpai lagi
Entah sengaja atau tidak aku sudah tak mau melihatmu lagi
Entah untuk bertegur sapa atau hanya mendengarkan kau mengucap kalimat maaf .
Tapi kali ini benar benar aku berada di puncak dendam yang paling tinggi
Kau tidak dapat menggapaiku lagi
Kau takan bisa merayuku lagi
Atau bahkan kau meluluhkan amarahku . Rasanya itu mustahil
Masih ingatkah dulu aku berkata bahwa aku ini wanita yang keras kepala .
Masih ingatkah sekeras apa dulu aku mencintaimu
Sekarang kau harus ingat
Sekeras ini dendamku padamu juga !
Siapapun takan mampu mengubah dendam menjadi sayang lagi .
Kemanapun kamu pergi silahkan aku sudah lelah mencari .
Kemanapun kamu berlabu silahkan aku sudah muak memikirkanmu
Untuk apa ?
Lelaki tak guna !!!!
Hanya membawa luka lalu pergi begitu saja .
Menurutmu enak ? Aku disini setia setengah mati
Lalu kamu tidur bersama wanita lain dan kalian saling menikmati !
Bagai hidangan di malam hari .
Menurutmu aku ini wanita macam apa ?
Bisa bisanya kau bagi bagi cintamu itu !
Hanya karena aku tak mampu memberikan nikmat dari wanita yang pernah kamu tiduri !
Nikah saja belum tentu denganmu kenapa kau meminta jatah syahwat ?
Tak di beri malah mengkhianati !
Silahkan pergi , untuk menengok mu saja aku tak minat lagi
Apa lagi hidup bersama mu lagi
Aku tak marah , kau meminta jatah pada wanita jalang itu
Aku tak iri kau tidur dengan wanita wanita itu
Bagai selir di dalam gubuk
Ingat satu hal yang membuat aku dendam itu
Saat kita berjanji saling setia ,
Tapi kau malah tidur bersamanya !
Maaf sayang , sampai kapan pun
Kehormatanku hanya untuk suamiku kelak .
Silahkan saja kau berpesta , nanti juga kena batunya .












