Dua topik obrolan yang ingin kubicarakan dengan mama
Topik pertama tentang karir dan topik kedua tentang cinta
Aku bukan tipe yang ngobrol serius soal masalahku ke mama, tapi kali ini aku rasa sudah saatnya
Diawali dengan “Ma, mama pernah gelisah nggak?”
Teringat jelas waktu Mas bilang “Kalau gaji di atas UMR kamu masih ngerasa kalau nggak tercukupi, berarti kamu perlu menurunkan standar keinginanmu”
Nggak se saklek itu, tapi lebih ke... Untuk kebutuhanku lebih dari cukup, tapi aku ini masuk dalam golongan anak yang tidak lama lagi, kebutuhan orang tua juga menjadi tanggung jawabku. Jadi, hal itu yang kupertimbangkan.
Sebab gelisahku karena kembalinya aku per April 2023 ini, ternyata cukup menyulitkan beberapa orang, dan bilang ke mama “Semoga ini yang terbaik untuk adek ya, Ma”
Itu inti pembicaraan topik pertama dengan mama sore kemarin
Berlanjut ke pertanyaan “Ma, ini pertama kalinya adek suka sama orang kayak gini, menurut mama mas gimana?”
“Mama sudah curiga waktu adek sepedaan itu, dan tanya ke papa”
“Papa sama mama khawatir, soalnya adek nggak pernah pacaran, ini kan adek yang suka”
Kusambung dengan pertanyaan, “Ma, mama pingin adek punya pasangan yang kayak apa, Ma?”
“Anaknya baik, dari keluarga yang baik-baik,...”
“Ma, dia harus sayang sama adek ya, Ma”
“Kalau itu ya pasti, Dek. Nggak usah dikejar dia itu, biarin aja. Kalau jodoh nggak kemana, Nak. Adek baik, adek pasti dapat laki-laki yang baik”
Aku mulai berkaca-kaca dan ingin sekali memeluk mama.
“Mama, adek pertama kalinya kayak gini, Ma. Mama tau kan papa kayak gimana. Adek takut, Ma. Adek takut itu juga kejadian sama adek. Terus baru kali ini adek percaya ada orang yang adek bisa sama dia, Ma. Dari dulu adek langsung menjauh setiap ada yang suka adek”
Obrolan kami berlanjut hingga mendekati waktu berbuka. Kami bergantian satu sama lain untuk mengeluarkan apa yang sejak dulu tidak berani disampaikan. “Ma, adek sudah tau sejak adek kelas 2 SD, maaf adek nggak pernah bilang ya, Ma”. Lalu, aku berulang kali mengatakan, “Ma.. adek takut banget ma”
Ketakutanku sejak kecil, benar-benar masih ada hingga saat ini.
Obrolan kami berakhir, karena terdengar suara pintu gerbang menandakan ada yang datang~