November 10
Raden Wijaya was crowned the first monarch of the Majapahit Empire on this day in 1293 and assumed the throne name Kertarajasa Jayawardhana, thereby guaranteeing that nobody could pronounce anything about him.
seen from China

seen from United States

seen from Russia
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from Italy
seen from United States
seen from China
seen from Spain

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Germany
seen from Brazil
seen from Hungary

seen from United States
seen from China
seen from China

seen from United States
November 10
Raden Wijaya was crowned the first monarch of the Majapahit Empire on this day in 1293 and assumed the throne name Kertarajasa Jayawardhana, thereby guaranteeing that nobody could pronounce anything about him.
The Rise of Majapahit - Setyo Wardoyo (historical fiction novel)
Novel ini merupakan novel fiksi sejarah dari Indonesia yang pertama saya baca. Setyo Wardoyo menuliskan novel ini berdasarkan screen play dari film kolosal dengan judul yang sama sebagai koleksi pribadi. Seperti judulnya, sudah bisa ditebak isinya pastilah mengenai awal mula munculnya Kerajaan Majapahit yang dirajai oleh Raden Wijaya. Pada novel ini Setyo Wardoyo memaparkan sejarah keruntuhan Singosari, keruntuhan Kediri, hingga berdirinya Majapahit. Raden Wijaya menjadi lakon utama pada kisah ini, digambarkan sebagai seorang pangeran yang tangguh, berani, dan memiliki taktik perang yang jitu. Kecerdikannya terpampang jelas pada saat kedatangan bangsa Mongol, Raden Wijaya justru memanfaatkan kedatangan bangsa asing ini untuk meluluhlantakkan Kediri. Intrik kerajaan sangat terasa di novel ini, mata-mata tersebar dimana-mana, pengkhianatan dan adu taktik juga sudah biasa terbaca di kisah ini. Satu rasa yang sangat saya rasakan saat membaca novel ini, rasa nasionalisme yang membara terutama karena kutipan oleh Raden Wijaya di bawah ini.
"Pertahankan keutuhan tanah leluhur yang telah diwariskan ini dari rongrongan bangsa mana pun. Tidak ada sejengkal pun tanah yang direbut bangsa lain. Pertahankan ini!"
"Gunakan segala kemampuan yang ada. Tidak ada alasan untuk menunda. Gunakan tanganmu, gunakan kakimu, gunakan otakmu untuk menggugah akalmu."
"Jika engkau lelah bayangkan sakitmu. Jika engkau sakit bayangkan semangatmu. Jika semangatmu kendur tarik gendewamu, putar tombakmu, dan benamkan keris di dada musuhmu!"
"Tidak ada lagi darah sia-sia dan air mata. Hanya keutuhan wilayah dan Jagat Gilang Gemilang menjadi hak tlatah Nusantara."
"Hancurkan Mongolia!"
Raden Wijaya - 1293 Masehi
Isn't it burning, youth?