masih kematian bapak
ada banyak tenda kematian
yang aku temui di jalan pulang
tangisan dan raung menyakitkan
terdengar sampai seberang jalan
hari-hari setelah kematian
ratap masih menggenang
mengalir di sudut loteng; bercucuran
membelah bukit di wajahmu
tahun-tahun setelah kematian
ikhlas tak pernah datang
dan kau mulai bicara sepi
dengan tumpukan pertanyaan
“sebenarnya apa lagi yang lebih sepi dari ditinggal mati?”













