Indonesia (Aug 30th 2025)
seen from United States
seen from Yemen
seen from Japan

seen from Malaysia
seen from Poland
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Germany
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Germany

seen from Germany

seen from France
seen from United Kingdom
seen from Bangladesh

seen from Germany
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United Kingdom
Indonesia (Aug 30th 2025)
Revolusi
Sang bumi selalu berotasi ditemani alam pikir yang berevolusi. Meski ritme tak lagi beriringan, beberapa ajak bersenandung riang tak sesuai irama. Sementara kenari tetap mematuhi melodi. Angin musim semi tak lagi memilih musim, rintik hujan ikut berganti musim. Kepada sang bulan yang masih setia menyinari tanah termasyur, Tuan titip mereka pada cahayamu.
Terlalu cepatkah revolusi industri 4.0 bagi NKRI?
Beberapa waktu lalu, datang ke kota Bursa seorang staff kemenpora RI. Beliau mengisi seminar berkaitan dengan maulid nabi Muhammad SAW pada kesempatan itu, tapi juga menyinggung peranan pemuda di revolusi industri 4.0. Ada pertanyaan yang tak tersampaikan waktu itu, karena pembahasan lebih fokus kepada bagaimana menjadikan nabi Muhammad sebagai tauladan bagi pemuda ( kalo ngga salah ). Tulisan ini hadir setelah keresahan tentang revolusi industri 4.0 ini ( kedepannya jadi RI4 ), sedikit terjawab setelah diskusi pendek di sela-sela istirahat TÖMER dengan salah satu mahasiswa s3 HI di uludağ üniversitesi.
Pertama, apakah NKRI sudah khatam dengan revolusi industri yang sebelum-sebelumnya? Jawabannya adalah belum, NKRI selalu setengah -setengah setiap menghadapi revolusi industri.
Revolusi industri di mulai dari britania raya, lalu menyebar ke seluruh penjuru dunia. RI1, pergantian dari tenaga manusia dan binatang dalam sistem produksi menjadi menggunakan mesin uap sederhana, yang di aplikasikan terhadap berbagai jenis industri. Revolusi besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, transportasi dan teknologi yang berdampak positif terhadap kondisi ekonomi, sosial dan budaya di dunia. Muncul lagi pertanyaan, apakah RI1 sudah di khatamkan oleh NKRI? Kalian tahu betul apa jawabannya.
Tidak mau berpanjang lebar menjelaskan RI2 dan RI3, kalian tahu kenapa. Singkat saja, RI2 adalah era dimulainya sistem produksi massal atau perpabrikan. RI3, adalah era dimulainya sistem automation atau sistem komputerisasi.
Sebagai seorang calon petani dimasa depan, saya merasa bahwa seharusnya setiap terjadi revolusi industri ada perbaikan, muncul dampak positif bagi petani di NKRI. Tapi yang terjadi adalah justru semakin kesini petani semakin dirugikan oleh pemerintah. Pernah waktu di kelas, pelajaran mekanisasi pertanian waktu itu, guru nanya : ahmad bagaimana pertanian di indonesia?. Hocam, di indonesia kita masih menggunakan sapi ketika membajak sawah, masih menggunakan tangan untuk menanam benih, masih tradisional intinya. Serempak sekelas tertawa semua. Malu cuk! Dan artinya apa,RI1 belum beres.
Lalu masuk ke RI4, apakah indonesia siap? Apakah masyarakat bawah siap? Apakah mahasiswa sebagai kaum intelektual siap? Apakah pemerintah siap? Menghadapi pasar terbuka, kapitalisasi total, Apakah siap?
Sebelum menjawab pertanyaan diatas, yang jawabannya adalah belum semua, kita kupas dulu apa itu Revolusi industri 4.0.
“Sejak tahun 2011, kita telah memasuki Industry 4.0, yang ditandai meningkatnya konektivitas,interaksi, dan batas antara manusia, mesin, dan sumber daya lainnya yang semakin konvergen melalui teknologi informasi dan komunikasi,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto padaacara Sosialisasi Roadmap Implementasi Industry 4.0 di Jakarta, Selasa (20/3). “Padarevolusi industri keempat, menjadi lompatan besar bagi sektor industri, dimana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya.Tidak hanya dalam proses produksi, melainkan juga di seluruh rantai nilai industri sehingga melahirkan model bisnis yang baru dengan basis digital guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik,” paparnya.Untuk itu, sektor industri nasional perlu banyak pembenahan terutama dalam aspek penguasaan teknologi yang menjadi kunci penentu daya saing di era Industry 4.0. Adapun lima teknologi utama yang menopang pembangunan sistem Industry 4.0, yaitu Internet of Things, Artificial Intelligence, Human–Machine Interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D Printing.
Ok, cukup. Pertanyaan lagi, apakah rakyat indonesia sudah seluruhnya melek teknologi? Apa langkah yang akan di lakukan pemerintah, ketika salah satu dampak dari RI4 yaitu terpotongnya rantai ekonomi masyarakat bawah terjadi? Begini, RI4 benar-benar akan mempermudah transaksi jual-beli, dimana hanya akan ada satu perantara yaitu internet. Sedangkan yang ada sekarang adalah sebaliknya. Begini rantainya petani-pengepul desa-pengepul kota-pasar modern/tradisional-konsumen. Ketika RI4 sudah terjadi, yang sebenarnya sudah terjadi. Membuat rantai ekonomi menjadi penjual-bukalapak-pembeli. Lalu pengepul, pedagang pasar dan masyarakat bawah yang ada di dalam rantai itu mau makan apa?
Buat kita yang sudah melek teknologi, RI4 ini akan menjadi peluang besar kedepannya. Pertanyaannya adalah, apakah kita mau ikut jadi kapitalis di bumi pertiwi? Merasa nyaman berada di posisi tertinggi piramida kehidupan, sedangkan saudara sebangsa kita mengais-ngais makanan dibawah. Menjadi PR besar bagi kita semua untuk mewujudkan sila ke-2 yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Dan kapitalisasi bukanlah jawaban!
Pertanyaan terakhir, apakah RI4 terlalu cepat bagi NKRI ? saya dikasih analogi begini oleh mas HI kita sebut saja, kita ini lagi naik motor tapi satu kakinya di bawah terseret-seret. Jadi benar RI4 ini terlalu cepat buat kita, tapiii ngga ada pilihan lain, selain ikut soalnya kalo ngga ikut ya tertinggal, dan yang ada kita harus maksa bagaimana caranya untuk naik ke atas motor itu dengan posisi yang nyaman.
İni bakal jadi PR besar buat the next president, ga masalah mau yang manapun yang naik sebenernya, tapi tau sendirilah.
Penutup, mengutip dari buku aksi massa yang di tulis oleh Ayahanda Tan Malaka 'Revolusi adalah mencipta'. Jangan setengah setengah cuk kalo mau mencipta.
Mars Pekerja Seni
Bangkitlah pekerja seni budaya
Bergerak bersama rakyat tertindas
Songsonglah fajar merah cemerlang
Bersatulah semua
Hancurkan nilai budaya palsu
Bangun tatanan budaya baru
Dengarkan nyanyian suara massa
Ikuti panggilan sejarah
Siap berkerja!
Siap berkarya!
Angkat penamu
Sapukanlah kuasmu
Kabarkan perubahan segera datang
Dan revolusi kebudayaan
Semoga kita dijodohkan dgn Orang yang kita sayang …👐 Nd get well soon sayangg @jaanekidd 💋💌 ALLAHUMMA..AAMIIN . . . Fridaymubarok👐
Beda Juang
Tatap aku! Beringas kau ancam padaku Rentetan panas ribuan peluru Takkan gentar tak jua ragu Aku maju menyongsong bidikmu
Dengar aku! Waktuku mungkin bisa terhabisi Namun, semangatku takkan terkebiri Menyebar luas ke penjuri bumi Bertumbuh laju melintas generasi
Namun kau! Beranak tidak butir pelurumu Kian detik berkurang kau pun tahu Susut berkurang bersama nyalimu Selongsong tersisa kosong beranimu
Hei kau! Beda juang kita di sini Jauh bagai langit dan bumi Perintah manusia yang kau ikuti Perintah Tuhan yang aku jalani
Diva Pramudhya, Pekanbaru, 30/03/2017 23.03 WIB
Intip smartphone baru Samsung 2026! Galaxy S26 series, Z Fold8, dan Z Flip8 hadir dengan AI canggih, kamera 200MP, dan desain super tipis
iOS 27 - Revolusi Sistem Operasi Apple dengan Kecerdasan Buatan dan Desain Revolusioner