Waktunya Wujud
Selamat pagi, alam mimpi Matari sudah tinggi, selamat pagi! Belalakkan jelaga, selamat pagi! Selamat pagi, bangunlah diri
Angin dingin memintamu wujud Bangunlah Seumpama kau ingin hadir Meski narasimu abstrak dan absurd Dalam jagat pikiran yang tak berpikir
Pagi ini minta izinlah, bangun! Minta izin pada Pemilik kehadiranmu yang tak wujud Setiap malam dan lamunan Setiap gelisah dan risau Setiap lapar dan kopi
Maka wujudlah Hadir dalam setiap basmallah Setiap hamdallah ketika sore Agar angka menjadi hanya Dan isi perut lebih rida Pada isi kantong yang berapa
Panasi pagimu Nyalakan Gas Jangan lupa rem dan bensin Petugas di depan silakan disapa
Onak dan jegalan adalah warna Lajumu sesuaikan Tak ada pelaut yang tak melamun Samudra luas Lamunannya harus lebih ganas
Pada suatu pemaksaan alam wujud itu Cengkeram sadis menyiksamu Menangis! Asal jangan undur kau
Inilah waktumu Sebagaimana siang lainnya Yang tak ingin kausia-siakan
___ Rio Pale | Bandung, 7 Juli 2020 Gambar: Singha Live, flickr

















