[Cerita Tentang Buku Pertama] Seiring waktu berjalan, aku pun menyadari bahwa menguraikan tinta adalah pembebas rasa, proses refleksi diri, dan bahkan ketika sudah tertulis rasanya ada jiwa yang kuletakkan di sana, dan aku harap siapa pun yang membacanya merasakan jiwa yang hidup dalam susunannya untuk tetap hidup. Sekiranya, ini adalah buku pertamaku. Buku berjudul "Segenggam Benih Psikologi Islam" ini merupakan hasil dari konferensi dan lomba essai se-Indonesia yang diselenggarakan dan diterbitkan oleh FUSII Fakultas Psikologi Universitas Indonesia di tahun 2014, tepatnya saat aku masih menjadi mahasiswa baru di Universitas Indonesia. Alhamdulillah atas izin Allah aku menjadi salah satu dari 15 penulis terbaik yang karyanya masuk dalam buku ini. Buku ini membahas tentang berbagai sudut pandang tentang psikologi Islam dari sisi sosial, perkembangan, dan PIO. Tulisanku dalam buku ini membahas tentang tahapan perkembangan agama anak sejak dalam kandungan, aku mendedikasikan ini untuk Ibuku. Beliau yang memperkenalkanku pada Tuhan sejak dalam kandungan, dan tentu saja salah satu narasumberku adalah beliau, Ibuku. Buku ini sepertinya masih ada dan dapat dibeli di loka pasar atau dibaca di perpustakaan Universitas Indonesia. Terima kasih @fusipsikologi angkatan ke-16 atas kesempatannya di konferensi dan lomba tahun 2014. Merefleksikan masa lalu adalah momen untuk mensyukuri segala tahapan yang terjadi dalam hidup sampai hari ini. Semoga kalian yang membaca postingan ini sehat selalu ya. Tetap bersyukur, tetap bertumbuh. Segala puji bagi-Nya :) ©Ruang Salsabilaluna #ruangsalsabilaluna #salsabilaluna #segenggambenihpsikologiislam https://www.instagram.com/p/CRoB6N4F-Xo/?utm_medium=tumblr