rusak
tidak semuanya bisa dipaparkan. banyak hal yang hanya bisa dirasakan tanpa sanggup diutarakan. lagi-lagi karena manusia hanyalah makhluk terbatas yang punya indera dengan tugas spesifik. meski demikian, ada manusia yang rajin bermain dengan hal tak terlihat, mengasah untuk semakin mengerti.
luka dan obat mungkin adalah pasangan yang ditolak kedatangannya, meski akhirnya kadang ritme hidup memaksa untuk menerima. perihnya mungkin terasa sama, walau sebenarnya punya peran yang berbeda. mungkin bedanya ada pada yang terlebih dulu datang. sialnya, tidak ada yang punya gejala nyata untuk menjadi penanda bagi luka dan obat.
beberapa yang rusak tidak bisa diperbaiki. mungkin karena terlalu cacat atau mungkin karena usaha yang dikeluarkan akan tidak sebanding dengan hasilnya.
bagaimanapun, perasaan lagi-lagi menjadi titik kompleks yang akan sulit dimengerti. manusia hanya bisa mencoba memahami, menjadi sesabar mungkin untuk bisa menjadi pendamping. jadi, berhenti untuk memberi penilaian sendiri.
karena perasaan akan selalu membingungkan, terlebih saat semuanya rusak dalam koyakan luka. kemudian tidak mampu untuk diobati.














