10 Tips Keselamatan Konstruksi Jalan
Menurut Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (NIOSH), sekitar 20.000 pekerja konstruksi terluka setiap tahun dalam kecelakaan jalan raya dan konstruksi jalan. Faktanya, insiden transportasi menyebabkan lebih dari 65% kematian di lokasi kerja di jalan raya. Sebanyak 100 pekerja konstruksi tewas setiap tahun.
Organisasi seperti Administrasi Keselamatan & Kesehatan Kerja (OSHA) mengembangkan standar untuk meningkatkan keselamatan tempat kerja, tetapi kecelakaan masih terjadi.
Di bawah ini, kami membahas penyebab paling umum dari cedera konstruksi jalan dan cara agar tetap aman di tempat kerja.
Penyebab Paling Umum dari Cedera Konstruksi Jalan Pembangunan jalan memiliki banyak risiko; tidak terbatas pada peralatan berbahaya dan risiko tabrakan. Faktanya, hanya 35% cedera konstruksi jalan raya yang terjadi antara tahun 2003 dan 2008 yang disebabkan oleh kontak dengan peralatan atau benda jatuh. Penyebab umum cedera lainnya termasuk terpeleset dan jatuh, kelelahan, dan paparan zat berbahaya.
Meskipun banyak cedera di tempat kerja yang mempengaruhi pekerja konstruksi jalan kecil, kematian bisa saja terjadi. Hampir 50% dari kematian yang terjadi antara 2005 dan 2010 ini disebabkan oleh run-over atau back-overs yang melibatkan kendaraan konstruksi. 14% lainnya disebabkan oleh tabrakan antara kendaraan dan peralatan bergerak, dan 14% karena tertabrak atau tertabrak peralatan konstruksi.
Kecelakaan pasti akan terjadi ketika alat berat terlibat, tetapi Program Keselamatan Pekerja Jalan Raya mengidentifikasi empat bahaya utama:
- Jatuh disebabkan oleh permukaan yang tidak dibangun dengan benar atau tepi yang tidak terlindungi - Tabrakan yang disebabkan oleh benturan kendaraan atau benda jatuh / terbang - Tertangkap di antara peralatan yang berputar atau bagian yang tidak dijaga - Sengatan listrik yang disebabkan oleh kontak dengan saluran listrik atau sirkuit hidup
Menyadari risiko adalah langkah pertama dalam melindungi diri Anda saat bekerja.
Tips Tetap Aman Saat Mengerjakan Konstruksi Jalan Program Keamanan Zona Kerja Jalan Raya Nasional bekerja untuk meningkatkan keamanan zona kerja jalan raya baik bagi pengendara maupun pekerja konstruksi. Program ini melibatkan elemen seperti standarisasi rencana kendali lalu lintas dan meningkatkan evaluasi tempat kerja. Program ini juga mengembangkan dan memperkenalkan teknologi inovatif untuk meningkatkan keamanan tempat kerja.
Selain mematuhi peraturan zona kerja, pekerja konstruksi jalan dapat melindungi keselamatan mereka dengan mengikuti 10 tip berikut:
1. Kenakan pakaian dengan visibilitas tinggi. Selalu kenakan pakaian dengan visibilitas tinggi yang mematuhi Standar Nasional Amerika untuk Pakaian dan Aksesori Keselamatan Visibilitas Tinggi (ANSI). Ini termasuk ban lengan, topi, dan rompi yang dibuat dengan bahan berpendar atau reflektif.
2. Identifikasi potensi bahaya. Perhatikan situs dengan cermat, catat potensi bahaya di sekitar Anda dan dekati mereka dengan hati-hati. Selalu periksa titik buta Anda saat mengoperasikan mesin dan ikuti tindakan pencegahan keselamatan untuk memindahkan peralatan konstruksi.
3. Waspadai peralatan tempat kerja. Waspadai peralatan tempat kerja serta kendaraan yang masuk dan keluar dari tempat kerja. Pahami jalur saluran untuk mengetahui di mana berjalan kaki dilarang.
4. Gunakan spotters. Saat memuat dan menurunkan peralatan dari kendaraan, selalu gunakan pengintai. Sebagai pengintai, Anda harus tahu di mana tempat aman untuk berdiri dan gerakan mana yang digunakan untuk berkomunikasi dengan operator kendaraan. 5. Pahami dan gunakan sinyal komunikasi. Setiap anggota tim harus memahami dan menggunakan sinyal komunikasi yang sama. Baik Anda sedang memuat dan menurunkan peralatan atau memasuki atau keluar dari tempat kerja, selalu berkomunikasi dengan pekerja di sekitar Anda untuk memastikan keselamatan bersama setiap orang.
6. Terapkan rem parkir ke peralatan. Selalu gunakan rem parkir setelah menghentikan kendaraan atau peralatan konstruksi. Saat parkir di tanjakan, gunakan blok yang sesuai di belakang atau di depan ban sebagai lapisan pencegahan ekstra.
7. Kenakan sabuk pengaman. Jangan pernah mengoperasikan mesin konstruksi atau kendaraan kerja tanpa mengenakan sabuk pengaman. Tidak peduli seberapa singkat perjalanannya, selalu pasang sabuk pengaman.
8. Berhati-hatilah di sekitar kendaraan di tempat kerja. Apakah Anda sedang mengendarai kendaraan, atau mendekati sebuah mesin, lakukan dengan sangat hati-hati. Jangan pernah berasumsi bahwa operator kendaraan melihat Anda - selalu beri tanda kepada operator kendaraan untuk mematikan peralatan dan mendapatkan pengakuan dari pengemudi sebelum mendekati atau menyeberang jalan.
9. Tetap terhidrasi saat bekerja. Pekerjaan konstruksi melelahkan, terutama di musim panas, dan aktivitas berlebihan adalah penyebab umum cedera. Tetap terhidrasi saat bekerja dan lakukan tindakan pencegahan seperti istirahat minum air secara teratur.
10. Lakukan kontak mata sebelum mendekat. Selalu pastikan operator kendaraan atau mesin melihat Anda sebelum Anda mendekat. Sebagai operator kendaraan, lakukan kontak mata dengan semua pekerja di sekitarnya sebelum memindahkan peralatan. Keselamatan tempat kerja adalah sesuatu yang perlu didekati oleh semua pekerja secara proaktif. Kecelakaan paling mungkin terjadi ketika standar keselamatan tidak ditegakkan, dan ketika pekerja gagal melakukan tindakan pencegahan dasar. Mengikuti 10 tip di atas akan membantu Anda dan tim Anda tetap aman.
Untuk produk alat keselamatan, silahkan kunjungi di pusat jual alat safety kami



















