jadi, hari ini saya naik kereta ekonomi Probowangi, jurusan Banyuwangi - Surabaya.
kali ini tiket menunjukkan saya mesti duduk di gerbong 1 kolom kursi 17D.
pukul 13.40 kereta datang, lalu saya bergegas menuju tempat duduk yang seharusnya berbondong-bondong sama dengan penumpang lain yang akan menuju tempatnya masing-masing. tidak lama waktu berselang, datang pula sepasang penumpang. sedikit telat naik dibanding penumpang lain. mereka turis ternyata. turis mancanegara.
namanya Dave dan Donna. asli Kanada.
mereka sudah menjelajah Kalimantan, Sulawesi, Flores, Banyuwangi,dan hendak ke Probolinggo. Bromo.
ntah kenapa, saya tertarik melihat mereka.
dari wajahnya, tentu sudah tidak bisa disebut muda. sudah tua, bahkan mungkin mendekati lansia. tapi, semangatnya barang kali mengalahkan yang masih muda seperti saya.
semangat ? iya. pertama semangat untuk berkelana. turis mancanegara selalu menjelajah hal baru. karena jika tidak ada hal baru yang ditemukan dalam perjalanannya, mereka tidak akan rela buang waktu dan uangnya sia-sia. hal baru ini, bukan harus tempat baru. namun, bisa berarti moment baru.
kedua, ini yang paling membuat saya sangat terenyuh. mereka berkelana berdua. romantis ? can you tell me the other story more romantic than this moment at now ?
mereka tidak lagi muda. mungkin juga sudah pensiun dari pekerjaan masing-masing. saatnya menikmati hidup. dan, pilihan mereka selalu sama saat mengucap janji โselalu bersama sehidup sematiโ di gereja-nya dulu.
Sehidup. mereka bekerja masing-masing. dengan kesibukan masing-masing. dan rutinitas masing-masing. mengumpulkan pengalaman dan penghasilan untuk dibagi dan dinikmati bersama-sama. saling mendukung. ya, namanya juga se (satu) hidup. hidupnya menyatu untuk saling mengisi melengkapi.
semati. mereka sadar, hidup akan berakhir dengan mati. tidak bisa direncanakan siapa dahulu, bahkan bersama-sama atau sendiri-sendiri. maka tidak lupa menikmati moment-moment sebelum hal itu datang. sehidup yang semati. satu hidup untuk membersamai sebelum salah satu dijemput.
ah, turis mancanegara ini benar-benar membuat saya praktis cemburu.
mereka asing di negara yang jauh dari tempat asalnya. mereka asing di wilayah yang baru kali ini mungkin mereka datang dan lalui.
tapi, itulah semangat sehidup semati.
terbiasa bersama. terasing pun dilalui berdua.
so, kalau begini saya yakin memang bakal cuma maut yang bisa memisahkan mereka.
so, semoga kelak kita juga sama seperti itu ya (dek) ? hahaa.. aamiin.
ridho 20/02/17, KA. Probowangi
14.18 WIB