PEMANDANGAN SAWAH TERASIRING DI BALI TAHUN 1954. Ya, jika pandangan homo faber meyakini kerja membuat kualitas manusia menjadi berbeda dari makhluk hidup lain, dan melalui kerjalah manusia sejatinya sedang memanusiakan alam, rasa-rasanya tak berlebihan bila dikatakan visi itu telah mengejawantah dalam masyarakat petani di Bali. Bagaimana tidak, masyarakat petani bukan sekadar mengolah tanah dan air untuk memenuhi kebutuhannya, mereka juga tengah bekerja memanusiawikan alam dan lingkungannya. Pembuatan Terasering atau Sengkedan, selain bermanfaat menambah stabilitas lereng, mencegah banjir dan longsor, juga berfungsi memperpanjang daerah resapan air. Lebih dari itu, laiknya proses kreatif seorang seniman, mereka bekerja seolah tengah mengukir dan memperindah dunia, pembuatan terasiring menciptakan pemandangan mempesona. . 📸 Three Lions Via @sejarahbali #karangasemnow_official #sawah #terasiring #sengkedan #karangasem #Sejarah #Bali #SejarahBali https://www.instagram.com/p/CFBCxzPB7Pm/?igshid=wbtchhfkx9iu















