Maaf ya Mas
ku lihat telponku berdering lebih dari 1 kali panggilan, ku tatap layar handphone ada 5 panggilan dari seseorang yang aku sebut Mas.
aku adalah perempuan tercuek, sebenarnya sih berawal baperan tapi Baper yang menumpuk membuatku jadi lebih ke Cuek yang akut.
aku sadar beberapa hari ini hubungan komunikasi kami tidak begitu baik, aku merasa ada yang aneh. Tapi memang aku tak beranikan diri untuk menghubunginya terlebih dahulu.
29 itu ada seseorang teman mulai chat aku, Mas tau seseorang tersebut pernah memiliki rasa terhadapku. Hingga suatu malam hampir pukul 9 seseorang teman ini ingin bertemu alias mampir karena yah bisa dibilang satu arah dari kerjaan yang dia tangani.
Sebelum teman tsb datang aku coba menjelaskan sama Mas dengan ss percakapan kami dan ku kirimkan padanya. awalnya sih balesan Mas biasa saja, datar. hingga temanku datang dan pulang aku sudah mengabarinya. Dan saat aku chat bahwa aku diberi sebuah "Flashdisk" Mas mulai berbeda, obrolan kami malam itu hampir saja hampirlah. tapi karena mataku sudah mengantuk akhirnya aku akhiri chat dengan tidak memblasnya lagi.
30. itu tepat hari dimana Mas Berulang Tahun, aku memang sengaja tidak chat ditepat jam 00.00 tapi jam 10 pagi, dan sama sekali Mas gak respon. Dari situ aku mulai curiga kenapa ya Mas? hingga sorenya memang kita janji berjumpa, aku kerumahnya ya hanya beberapa menit lalu pamit pulang karena begitu mendung. Aku sengaja memberikannya hadiah sebuah buku yang berisi foto kami yang udah kaiak Kliping gtu. Aku berharap sesudah aku pulang ia chat dan bilang Terima Kasih Sayang. Tapi nyatanya tidak.
ingin aku chat, tapi ku lihat story wa nya ada keponakannya datang, ingin aku sapa tapi aku belum siap tanpa balasan. Yaudah mengubur rasa baper aku mengajukan rasa Cuek dan mengabaikannya.
Hingga malam ini Mas telepon aku, dengan nada sedikit tegasnya ia mulai meluruskan semuanya. Baginya Diam bukanlah sebuah jalan untuk menyelesaikan masalah, tetapi menjelaskan adalah sebuah langkah untuk memperbaikinya. Disini tak ada yang marah, Mas pernah bilang sama aku jangan pernah bermain api dalam hubungan ini, Mas ingin hubungan yang saling percaya dan tidak ada konflik. Untuk itu Mas menjelaskan betapa ia memintaku untuk bisa bersikap lebih tegas sedikit, kalau cemburu ya cemburu wajarlah tapi bagiku csmburunya Beliau itu wajar dan masuk akal.
setelah panjang lebar ia menjelaskannya, aku menjadi tahu arti "saling" dalam sebuah hubungan. dan tugas dari Nahkoda dalam mengarungi Rumah Tangga esok yang tentu lebih berat dari ini harus memiliki sifat dasar yang sedemikian tersebut.
Maap ya Mas jika membuatmu khawatir akan hal ini, membuatmu Marah akan hal ini. Inshaalloh kepercayaanku tak pernah luntur darimu.
.
Solo, 02 April 2019













