Ada lelucon ketika Memasuki awal bulan desember kita selalu disuguhkan perilaku kurang baik yang di contohkan oleh salah satu pesohor asal garut Aceng HM Fikri atau “Ngaceng”[ii]. Betapa tidak pemberitaan ini nyaris setiap hari di sajikan kehadapan para pemirsa televisi baik dari kalangan Gossip maupun tayangan berita pagi, siang, sore dan malam. Awalnya pemberitaan ini mencuat ketika salah satu acara Gossip yang ditayangkan oleh salah Stasiun TV dan meminta komentar mantap wakil pesohor garut Dicky Chandra[iii] yang menjadikannya bola panas yang terus menggelinding dari hari ke hari. Sampai pemberitaan ini telah menjadi isu nasional yang tidak bisa kita lewatkan setiap pagi. Andai saja waktu itu ia tidak di damping oleh Dicky Chandra maka sebenarnya kasus ini tidak akan mencuat ke permukaan. Menjadi rahasia umum bahwa pemberitaan aceng dimulai dari meja redaksi acara “GOSSIP” yang kemudian terus menerus di tayangkan hamper oleh setiap Stasiun TV setiap hari.! Kita ketahui bersama acara Gossip adalah acara Favorit kaum ibu dan kita tidak bisa menapikan kaum IBU garut adalah penggemar Infotainment, terlebih Gossip telah menjadi watak perempuan ketika bertemu dengan ibu lainnya yang menjadikan spectrum penyebaran informasi “Ngaceng” semakin meluas. Akibatnya Eskalasi pemberitaan ini tidak terbendung lagi sampai saat ini.
Apalagi pemberitaan ini mendapatkan tanggapan dari MENDAGRI (Menteri Dalam Negri)[iv]. Kemudian ia MENDAGRI melemparkan bola panas bahwa : “bupati aceng telah melanggar sumpah pelantikan dan melanggar UUD yang berlaku, apabila indikasi pelanggaran ini terbukti maka tidak menutup kemungkinan kalau bupati aceng akan di PECAT!”, setelah memberikan pernyataan yang meresahkan Aceng, KEMENDAGRI membuat tim investigasi ke Garut untuk menyelidiki kronologi kejadian, begitu pun dengan partai GOLKAR (Golongan Karya) seolah kebakaran jenggot karena perilaku kadernya yang kurang baik mereka (Golkar) akan melakukan pencopotan keanggotaan Aceng[v] yang baru bergabung tahun 2011 silam, maka akan semakin jelas kemana arah kasus aceng ini akan berlabu. Aceng sudah tidak memiliki barisan yang dapat mengamankannya dari “Pemakdzulan” yang mekanismenya terus bergulir baik dari DPRD Garut yang telah melakukan rapat paripurna guna membahas masalah Aceng. Saya berkeyakinan bahwa Aceng pasti akan terdompleng dari kursi kekuasaannya saat ini
Gossip Media Propaganda Efektif ?
Ada sedikit perbedaan antara pemberitaan yang disajikan oleh stasiun yang memang Core pruductionnya bergelut dalam berita sebut saja MetroTV dan TV One yang menyajikan dialog khusus untuk membahas topic tertentu, serta acara berita yang rutin dilakukan oleh stasiun lainnya seperti SCTV, RCTI, GLOBALTV, ANTV, MNCTV, Trans Tv, Trans7, INDOSIAR dan beberapa TV lokal lainnya. Akan tetapi Goal yang di sajikan oleh pemberitaan ini kurang mendalam mungkin ketika ada sebuah berita mengenai banjir misalnya, pemberitaan yang disajikan paling hanya berdurasi 20-60 detik.
Hal ini berbeda dengan pemberitaan Infotainment walaupun pemberitaan ini kurang diminati bagi sebagian orang, termasuk saya. Akan tetapi sajian berita yang satu ini sangat unik dimana mereka (Infotainment) menyajikan laporan investigasi khusus selama 1 jam hanya untuk membahas kasus tertentu dan ada pemberitaan gossip yang informasinya secara Random akan tetapi yang menjadi tajuk utama tetap mendapatkan porsi yang lebih panjang biasanya setiap gossip yang disajikan durasinya sekitar 2-5 menit. Dari perbedaan ini lah kenapa saya menyatakan bahwa infotainment lebih efektif melakukan Propaganda ketimbang dengan Pemberitaan Khusus (berita pagi, siang, sore dan malam), infotainment selain diminati oleh kaum ibu juga diminati oleh masyarakat yang memang segmentasi pendidikannya rendah dan ingin mengetahui kehidupan Glamor selebriti atau masyarakat kita telah terjangkit virus “KEPO” [vi], oleh karena KEPO ada sebuah paradigma yang terbangun dimasyarakat anda “Gaul” ketika belum mengetahui urusan Asmara, Karir, Rumor, Rumah Tangga, jalan-jalan ke luar negri, Fashion, gaya bicara, makanan dan semua yang berkaitan dengan si SELEB.! Pantas saja ketika Rumor mengenai pernikahan singkat Aceng dan Fany mendapatkan tanggapan dari Aktor Dicky Chandra berita tersebut menjadi buah bibir yang kemudian setiap hari ditayangkan, yang pada akhirnya rumor tersebut mendapat sambutan baik oleh media Pemberitaan lainnya[vii]. Lantas pertanyaannya adalah apakah benar infotainment merupakan media yang tepat untuk melakukan Propaganda.? Jawaban dari saya adalah betul.
Karena infotainment melalui pemberitaan yang massif sekaligus segmentasi penonton (pemirsa) adalah mayoritas kaum IBU, ABG dan masyarakat pendidikan rendah[viii] maka untuk melakukan Propaganda sebaiknya melalui Infotainment saja. Pak Prabowo kalau anda mau jadi presiden kampanye di acara Gossip lebih efektif menaikan elektabilitas dan Popularitas
[i] Pemerhati Infotainment dan Acara Tv
[ii] Sebutan beken saya, dalam bahasa sunda yang artinya (tegang), dengan menggunakan dialek sunda
[iii] Pasangan Aceng dalam pemilukada dan berkan Dicky ia menang telak dari pesaingnya
[iv] Saat ini di pimpin oleh Romo Gamawan Fauzi
[v] Bahasa yang lebih santun adalah PEMECATAN.!
[vi] Bahasa anak muda sekarang yang bearti sok ingin tahu urusan orang
[vii] Stasiun Tv, Berita Online, Media cetak dan majalah Gossip tentunya
[viii] Mohon maaf saya menuliskan hal tersebut