Mungkin ini bukan review tapi sekedar tulisan akibat kecewa saja. Ceritanya begini, kalo dihitung sudah beberapa kali saya dan teman - teman mengadakan rendesvouz di sini, entah untuk meeting ini lah itu lah atau sekedar ketemuan. Biasanya sih saya cuman pesan minum, dan seingat saya baru sekali pesan makanan kira - kira beberapa bulan yang lalu. Pada waktu itu sih saya anggap makanan yang ditawarkan biasa saja walaupun rasanya juga tidak begitu mengecewakan.
Seperti sore ini sambil nunggu jam main Angels & Demons, saya menyarankan kepada teman - teman untuk menunggu waktu sambil ngobrol di nathan ini. Beberapa teman memesan menu makanan berat, ada juga yang hanya memesan minuman. Saya sendiri hanya memesan segelas es teh aroma mangga dan pisang goreng yang di sini dikasih nama keren banana fritter. Banana fritter ini disajikan dengan parutan keju di atasnya dan sedikit ceceran coklat entah itu dari susu coklat kental atau coklat beneran. Karena coklatnya cuman sedikit sehingga rasa pisang goreng jadi tidak begitu manis, saya berinisiatif meminta ke waitress untuk sedikit tambahan lelehan susu coklat kental manis. Hal yang membuat tidak enak dan menjadi point minus dari resto ini adalah bahwa setetes tambahan susu coklat kental manis tadi dihitung sebagai additional menu dan dikenakan biaya tambahan. Seorang teman sampai spontan berteriak pelit amat!
Bagi kami berapapun biayanya tidak menjadi masalah asal memang benar - benar worthed. Tipikal seorang konsumen adalah akan merasa terpuaskan bila mendapat rasa enak dan seimbang dengan harga, terlebih bila si konsumen bisa mendapat privilege - privilege tertentu yang walaupun kalau dihitung dengan uang harganya tidak seberapa. Toh manajemen resto bisa melakukan strategi dengan cara subsidi silang terhadap produk lain untuk mengganti kerugian akibat memberi privilege pada seorang konsumen. Bukan dengan cara mengenakan biaya tambahan terhadap hal - hal kecil yang membuat pelanggan kehilangan selera.