Smart Farmer Bhupesh Saini की कहानी : Japan की नौकरी छोड़ कर पाई खेती में...

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Denmark
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Mexico

seen from Australia
seen from United States
seen from China
Smart Farmer Bhupesh Saini की कहानी : Japan की नौकरी छोड़ कर पाई खेती में...
Smart Farmer - गोभी की खेती से Padma Shree तक का सफर | Meet "Gobhi Man" ...
โครงการทุนปริญญาตรีเฉลิมพระเกียรติ "สืบสาน ร.9 เพื่อเกษตรกรรุ่นใหม่" ทุนละ 350,000 ตลอดหลักสูตร
สวก.ให้ทุนผู้จบระดับ ปวส. และเป็น Smart Farmer หรือ Young Smart Farmer ของกระทรวงเกษตรฯ เข้าศึกษาต่อระดับปริญญาตรี ม.เกษตรศาสตร์ ได้รับปริญญาวิทยาศาสตร์บัณฑิต(ศาสตร์แห่งแผ่นดินเพื่อการพัฒนาที่ยั่งยืน) 🔊🔊🔊
ภายใต้โครงการ “สืบสาน ร.9 เพื่อเกษตรกรรุ่นใหม่” เฉลิมพระเกียรติ เนื่องในโอกาสมหามงคลพระราชพิธีบรมราชาภิเษก
รายละเอียดเพิ่มเติม คลิ๊กได้เลย http://www.arda.or.th/personnel_data1.php
📌 เปิดรับสมัค…
View On WordPress
Pemkot Batu Imbau Kawal Penuh Misi Khusus Edukasi Smart City
MALANGTODAY.NET - Perwujudan tata kelola kota terintegrasi, utamanya dalam menunjang bidang pertanian, Smart City Smart Farmer Kota Batu telah di depan mata. Mengingat tujuan utama tersebut, maka diperlukan keseriusan dan konsistensi penuh dari pihak jajaran OPD terkait. Hal ini dikatakan Asisten Administrasi dan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat Kota Batu, Endang Triningsih saat agenda meeting kick off tahap I bersama Lintasarta dan sejumlah pejabat OPD terkait, Selasa (25/7) kemarin. Dengan adanya Smart Farmer, Endang berharap pihak OPD terkait melakukan pengawalan penuh dalam hal ini, misi khusus edukasi dan memutus rantai distribusi yang panjang. Bahwa, untuk merubah pola mindset pertanian tradisional ke arah modern, tutur Endang, memang memerlukan waktu lama. "Kira-kira dalam kurun waktu tiga tahun, itu sudah sangat bagus, jika upaya pendekatan dilakukan terus-menerus," paparnya Dicontohkan Endang, bahwa dunia pertanian di Kota Batu juga menyumbang limbah residu bahan kimia terbesar. Penggunaan pestisida insektisida di kalangan petani mulai banyak disorot banyak kalangan. "Dari semua hal tersebut, berarti proyek ini mengarah pada misi non-profit, murni pelayanan publik," terangnya kepada Wartawan, ditemui usai meeting, Selasa (25/7). Terlepas apakah nantinya Smart City berorientasi profit atau tidak, Mantan Inspektur Pemerintah Kota Batu ini tak ingin proyek Smart City terhambat proses hukum. “Sekalipun nanti ada orientasi profit, harus ada dasar hukum yang jelas soal itu. Saya imbau, khususnya di bagian hukum untuk mencermati betul hal ini," kata Endang. Dicontohkan Endang, seperti adanya kerjasama dengan pihak PT. Batu Wisata Resources (BWR), notabene perusahaan milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), berorientasi profit. “Ini harus diperjelas. Jika memang ada arahan ke nilai profit, nanti harus ada payung hukum dari Peraturan Daerah (perda),” cetusnya. (Azm/end)
Source : https://malangtoday.net/malang-raya/batu/pemkot-batu-edukasi-smart-city/
Implementasi Smart City Kota Batu Diimbau Miliki Payung Hukum
MALANGTODAY.NET - Implementasi tahap pertama Smart City, Smart Farmer Kota Batu telah terintegrasi. Kontrak kerjasama dengan Lintasarta, anak usaha Indosat Ooredoo, juga telah diteken. Asisten Administrasi dan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat Kota Batu Endang Triningsih menghimbah penuh kepada setiap OPD terkait Smart City untuk memahami betul prosedur hukum yang berlaku. Hal ini dikatakan Endang mengenai selentingan isu yang beredar, bahwa penerapan Smart City nantinya juga ada cost sharing (pungutan). "Arah ini harus jelas, profit atau non profit?, murni fasilitas layanan informasi atau ada pungutan? Harus jelas, kalau memang profit segera dipayungi dasar hukum yang jelas," tegas Endang saat agenda meeting kick off tahap I bersama Lintasarta dan sejumlah pejabat OPD terkait, Selasa (25/7). Terlepas apakah nantinya Smart City berorientasi profit atau tidak, terang Endang, tetap harus ada payung hukum yang jelas. Mantan Inspektur Pemkot Kota Batu ini tak ingin proyek Smart City terhambat proses hukum. "Jangan sekedar tanda tangan. Saya imbau, khususnya di bagian hukum untuk mencermati betul hal ini" kata Endang. Dicontohkan Endang, seperti adanya kerjasama dengan pihak PT. Batu Wisata Resources (BWR), notabene perusahaan milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), berorientasi profit. "Ini harus diperjelas. Jika memang ada arahan ke nilai profit, nanti harus ada payung hukum dari Peraturan Daerah (perda)," cetus Endang. Namun jika (smart city), sambung Endang, bersifat pelayanan masyarakat berbasis teknologi dan non-profit, cukup dikuatkan hanya dengan peraturan walikota (perwali) Sebagaimana tujuan utama Smart City, ditegaskan Endang, adalah e-government untuk memudahkan koordinasi internal pemerintahan. Juga memudahkan pelayanan masyarakat Kota Batu, terlebih dalam dunia pertanian. "Dengan tujuan utama, memutus rantai distribusi pertanian yang terlalu panjang di tangan para tengkulak," tegasnya. Sebagai informasi, Smart City tahap I ini menelan anggaran APBD senilai Rp 2,9 miliar. Perangkat pendukung Smart City meliputi 50 unit workstation, telah tersebar di 24 desa dan kelurahan, 3 kecamatan dan 23 OPD terkait.(azm/zuk)
Source : https://malangtoday.net/malang-raya/batu/implementasi-smart-city-kota-batu-diimbau-miliki-payung-hukum/
Menuju Batu Smart City, Tim Pansel Diskominfo Buka Rekrutmen Pegawai
MALANGTODAY.NET - Meski sempat gagal lelang beberapa kali, Pemkot Batu bertekad mensukseskan penerapan konsep tata kelola kota terintegrasi berbasis digital, Smart City. Kabid Jaringan Infrastruktur TIK dan Aplikasi, Adhiek Iman Santoso mengatakan tim panitia seleksi Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu akan segera melakukan rekrutmen tenaga non-sipil untuk mengelola Smart City. "Kuota kebutuhan tenaga yang dibutuhkan sejumlah 80 orang untuk menempati 16 posisi jabatan," urainya. 16 jabatan, sambung Adhiek, diantaranya adalah photographer/videographer, designer animasi, programmer, database administrator, system analyses dan banyak lainnya. Mekanisme rekrutmen, dijelaskan Cahwisesa selaku Kasi Pengembangan Aplikasi, akan melalui 12 tahap. Dengan spesifikasi kriteria, 75% memiliki basis dan skill IT, dengan batasan maksimal umur 30 tahun. "Tentunya, yang kami utamakan adalah tenaga ahli berbasis pertanian," jelasnya. Tak hanya itu, aplikasi nantinya akan melibatkan Gabungan Kelompok Tani dan juga Dinas Pertanian sebagai leadi. Nantinya pendamping bertugas memberikan pemahaman kepada petani dalam mengoperasikan aplikasi Smart Farmer. "Semisal ada petani sawi memulai proses tanam, petani bisa tahu kondisi suhu, kondisi cuaca, dan potensi panen hingga harga di pasaran melalui aplikasi ini," imbuhnya. Program Smart City, Smart Farmer menggunakan APBD senilai Rp 9,3 Miliar. Sistem kerja Smart City memiliki 98 unit work station, tersebar di desa dan kecamatan. Seluruhnya akan terintegrasi dalam satu komando melalui layar komputer (video wall), bertempat di ruang command centre, Lantai 5 Balaikota Among Tani.
Source : https://malangtoday.net/malang-raya/batu/menuju-batu-smart-city-tim-pansel-diskominfo-buka-rekrutmen-pegawai/
Smart City Kota Batu Utamakan Tunjang Bidang Pertanian dan Agrowisata
MALANGTODAY.NET - Konsep tata kelola kota terintegrasi alias Smart City Kota Batu sudah mulai terwujud. Tak hanya mengadopsi konsep Smart City kota lain, Pemkot Batu punya konsepnya sendiri, yakni Smart City, Smart Farmer. Kabid Jaringan Infrastruktur TIK dan Aplikasi, Adhiek Iman Santoso membenarkan bahwa sesuai instruksi Walikota Batu, Eddy Rumpoko menghendaki inovasi teknologi ini tetap harus mengutamakan bidang pertanian. "Karena memang kemajuan pariwisata Kota Batu, kita sadar betul ditopang penuh dari sektor pertanian," paparnya kepada wartawan, Rabu (12/7). Penerapan Smart City Smart Farmer sangat menunjang kebutuhan tersebut, dicontohkan Dedek, petani bisa memperoleh data informasi rinci dan akurat dari aplikasi tersebut. Mulai dari info lokasi pertanian, cuaca menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), komoditas pertanian, jumlah persediaan bibit dan info uptodate seputar agronomi lainnya. Yang terpenting daripada itu, kata Adhiek, ialah petani bisa tahu estimasi harga komoditi pertanian di pasaran. Bahkan petani bisa langsung berhubungan dengan konsumen pembeli (buyer), tanpa harus melalui tengkulak. "Smart City Kota Batu, oleh Pak Eddy Rumpoko juga ditujukan untuk memutus rantai distribusi yang terlalu panjang, yang kerap merugikan petani." tegasnya. Mendukung komponen penting tersebut, maka tenaga pendukung kiranya sangat dibutuhkan, utamanya dalam proses pendampingan petani. Dikatakan Adhiek, tim panitia seleksi Diskominfo akan membuka rekrutmen tenaga non-PNS pada bulan Agustus mendatang, salah satunya adalah tenaga pendamping petani. Dijelaskan Adhiek, tugas daripada pendamping petani, lebih pada upaya pengawalan petani dalam memanfaatkan aplikasi ini. "Tentunya tenaga ini juga harus memiliki basic pertanian dan juga teknologi," sambung pria yang akrab dipanggil Dedek ini.
Source : https://malangtoday.net/malang-raya/batu/smart-city-kota-batu-utamakan-tunjang-bidang-pertanian-dan-agrowisata/
Diskominfo Kenalkan Aplikasi Smart Farmer, Seperti Apa Ya?
MALANGTODAY.NET - Dalam giat mengusung konsep Smart City, Dinas Pertanian bersama Dinas Komunikasi & Informatika (Diskominfo) Batu mempromosikan sistem aplikasi Smart Farmer untuk menunjang bidang pertanian Kota Batu. Giat sosialisasi yang bertajuk "Smarter Farmer for Batu Smart City" ini mengundang para penyuluh pertanian di Dinas Pertanian Kota Batu pada Rabu (19/4) siang bertempat di Gedung B Lt. 2, Balai Kota Among Tani, Batu. Adapun sistem aplikasi berbasis android dan website ini berisi seputar informasi dalam bidang pertanian mulai info cuaca, harga, benih, pupuk dan harga jual beli buah dan sayur. Kasie E-Government dan Pemberdayaan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Rendra Adinata menjelaskan bahwa sistem aplikasi Smart Farmer ditujukan guna memajukan sentra pertanian organik yang berbasis kepariwisataan internasional. "Sistem bisa diakses masyarakat luar Batu dan mempermudah akses petani lokal terkait informasi seputar bidang pertanian," katanya. Untuk saat ini Diskominfo menyediakan jaringan wifi mencapai 10mbps/jam di 24 Kelurahan Kota Batu dan memberikan pendampingan di setiap kelurahan untuk mempermudah akses para petani, "Selain itu kami juga melakukan pendampingan bagi petani yang belum terbiasa menggunakan smartphone," tukasnya. Rendra berharap adanya aplikasi bisa memberikan manfaat kepada masyarakat guna pengelolaan sumber daya secara efektif dan efisien. Ditanya tentang kapan peluncuran aplikasi Smart Farmer sendiri, pihak Diskominfo akan merilisnya pada pertengahan bulan Juli 2017 mendatang.(azm/zuk)
Source : https://malangtoday.net/malang-raya/batu/diskominfo-kenalkan-aplikasi-smart-farmer-seperti-apa-ya/