Banyak Cerita
Assalamualaykum Apa kabar teman-teman?
Aku akan menceritakan kembali perjalanan hidupku selama dua minggu ini.
Ya, aku patut bersyukur kepada-Nya karena acara yang seperti perkuliahan kedua akhirnya telah berakhir. 87 hari kami dipertemukan untuk disatukan, belajar bersama, dan menjalani proses suka dan duka. 87 hari juga emosi dan sikap seolah dipermainkan oleh kondisi yang ada. Warna ini, biru beserta dua garis putih akan menemani perjalanku selanjutnya di tanah rantau ini.
Aku juga alhamdulillah telah menyelesaikan acara yang merupakan bagian dari uas, yakni festival budaya. Acara yang mengingatkanku akan adanya budaya yang luhur baik di Indonesia maupun dunia. Acara yang memperkenalkanku dan mendekatkanku kepada teman-teman afirmasi Papua dan tentu saja teman sekelompok.
Tak lupa, kewajibanku sebagai ketua panitia membuatku mengadakan rapat kembali. Rapat kecil untuk membangun acara dengan spirit berkarya dan memberi hasil yang manis.
Alhamdulillah pula aku diberikan kesempatan mengikuti pelatihan kepemimpinan di daerah Jakarta. Aku kembali dipertemukan dengan orang-orang hebat yang peduli dan mau berkontribusi baik tenaga maupun pikiran untuk negara. Pelatihan yang lagi-lagi membuatku banyak belajar di dunia fana ini.
Namun, aku juga ditimpa musibah setelah acara tersebut. Berawal dari itikad baik, aku akhirnya masuk dalam modus kejahatan di daerah pelatihan tersebut. Pada saat itu, aku lebih memilih merelakan teknologi dan nikmat Tuhan berupa dua lembar lima puluh ribu dibandingkan keselamatanku. Aku tahu dari temanku, kalau benar firasatku menjadi kenyataan. Temanku diancam dengan senjata tajam dan akhirnya menyerahkan harta berharganya, termasuk teknologi yang aku titipkan ke dia.
Innalillahi. Semoga dia mendapat balasan dan hidayah dari-Nya. Aamiin
Lalu, aku diberi nikmat untuk merayakan awal Ramadhan bersama keluargaku di tanah yang sudah aku tempati, yakni Bogor. Sekarang, aku kembali menjalankan pendidikanku untuk menyelesaikan ujian yang diberikan.
Setelah itu, banyak agenda silaturahmi yang sudah terjadwal untuk perjalanan hidupku selanjutnya. Tak lupa cita-citaku untuk membuat acara yang bermanfaat bagi almamamaterku, Sman 1 Citeureup yang memiliki nama umum tengsaw, tapi lebih layak ku sebut sebagai smansacit atau rumah tempat aku belajar dahulu.
Jatinangor, 11 Juni 2016 Sembari menanti sahur di bulan Ramadhan








