Agar Dia Gak Pacaran
Menasihati orang saat ia sedang jatuh cinta dan lagi berbunga-bunganya, untuk berhenti berpacaran, sangatlah sulit. Karena saat itu, ia belum siap menerima kenyataan bahwa yang ia lakukan itu salah meskipun sebagian mereka tahu kalau itu memang salah, apalagi orang yang masih ada iman di hatinya walau sebesar biji selasih.
Lantas bagaimana kita menasihati mereka? Apalagi mereka adalah keluarga, saudara, teman, atau senior kita? Padahal kita ingin sekali mereka berhenti dari maksiat itu.
Mungkin ini yang aku lakukan. Tidak melarang mereka berpacaran sebab aku tahu itu cara yang kurang tepat, alias kurang tepat waktunya sih. Tidak pula kubacakan ayat “laa takrabuzzinaa” sebab itu bisa membuat ia kesal dan semakin jauh dari nasihat. Lantas bagaimana saranku? Simpel saja, tapi mungkin ini lebih berhasil.
Kenalkan ia pada Sang Pemberi Rasa Cinta maka ia akan jatuh cinta pada-Nya. Memang butuh waktu lama dan langkah demi langkah. Sebelum ke orang lain, kita mulai ke orang terdekat kita dulu ya kan.
Pertama, dekati ia dan buat ia merasa punya teman, sahabat yang bisa ia jadikan tempat curhat senyamannya.
Kedua, dakwah yang paling baik bukan dengan ucapan tetapi dengan akhlak. Iyah, tunjukkan akhlak yang baik maka tanpa kau dakwahi, ia akan mengerti betapa indahnya islam. Mulai akhlak berbicara, akhlak berpakaian, akhlak bersosial media, akhlak berbicara dengan lawan jenis, akhlak dengan orang tua, dan akhlak baik lainnya.
Ketiga, ajak dia ikut kajian meskipun kamu tahu dia masih pacaran. Mungkin awalnya dia akan merasa sedikit bersalah dan gak pantas ikut kajian, tetap saja ajak dan yakin bahwa kamu sedang mengantarnya pada Hidayah Allah.
Keempat, lihat perubahannya jika semua yang diatas kamu lakukan secara istiqomah, sekalipun kamu tidak pernah melarangnya pacaran, ia akan dengan sendirinya mulai hijrah dan belajar islam dengan baik seperti dirimu yang lebih dulu hijrah. Distulah ia akan lebih dekat dan cinta pada Allah dibandingkan mengharap cinta dari manusia apalagi yang bukan halal baginya.
Kelima, temani dia agar kalian bisa istiqomah bareng-bareng dalam hijrah. Sebab ketika orang hijrah itu, yang dibutuhkan adalah teman atau lingkaran orang-orang baik yang akan mendukung dan menerimanya dari yang buruk ingin menjadi baik.
Keenam, ini juga gak kalah penting. Pliiizzz, jangan pernah tanya ke dia, bagaimana hubungan kamu sama doi? Apalagi nanyanya pas lagi kajian bareng,,, gubrak. Udah, cukup tahu aja. Tinggal tunggu aja dia akan curhat sendiri kalau dia sudah putus. Aamiin :)
Nah, jika ingin langkah-langkah di atas tidak berjalan begitu lama, maka lakukanlah sekarang, karena sekarang adalah bulan Suci Ramadhan, bulan penuh rahmat dan ampunan. Melakukan kebaikan itu jangan ditunda-tunda. Apa kamu tega, orang terdekat kamu masih pacaran di bulan suci ini? Nggak kan? Kasian, puasanya rugi. Kamu juga rugi karena tidak mengejar ladang pahala yang begitu besar yakni mengajak orang terdekatmu tuk berhenti pacaran. Iya kan? Setuju aja ya... hahaha (maksa)
Sudah, itu saja saran dariku. Semoga bermanfaat ya. Buat kalian yang membaca ini dan kalian masih pacaran, semoga setelah ini kalian berhenti pacaran dan menjadi orang-orang yang meneruskan dakwah ke orang lainnya tuk tidak pacaran.
Sekian Wassalam :)
@catatanmahasantri
15 April 2021 M | 3 Ramadhan 1442 H















