Selektif dengan Ilmu Parenting Modern, Yuk! 🔎
Assalamu'alaykum, moms and dads...
Parenting atau pengasuhan anak merupakan tema yang selalu menarik untuk dibahas oleh setiap orang tua. Pengasuhan anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan agama. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Rahmawati (2017), praktek pengasuhan anak di masyarakat Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perspektif agama.
Belakangan ini banyak bermunculan teori-teori baru tentang pengasuhan anak, khususnya teori dari barat. Tidak salah jika moms and dads mengadopsi teori-teori tersebut, namun moms and dads harus tetap selektif. Apakah nilai-nilai yang diterapkan sesuai dengan Islam?
Berikut ini beberapa pola asuh barat yang tidak sesuai dengan konsep Islam, antara lain (Husnaini, 2013 dalam Dakwatuna):
1. Jargon pendidikan berbasis HAM dan kebebasan ❤ Dengan dalih HAM dan kebebasan, mereka mengharamkan hukuman dengan kekerasan. Hukuman fisik ke anak dalam rangka pendidikan disamakan dengan kekerasan ke sesama orang dewasa atau preman. Hukuman fisik berarti KDRT, dan pelakunya harus dipidanakan.
❤ Islam tidak pernah melegalkan kekerasan. Tetapi, pukulan tidak menyakiti dengan tujuan mendidik boleh dilakukan. Hal ini sebagai alternatif terakhir hukuman dengan catatan tidak mengarah ke wajah, tidak disertai emosi, dan kebencian.
“Ajarilah anak-anakmu shalat ketika mereka berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka (jika tidak mau shalat) ketika berumur sepuluh tahun.”(Abu Dawud)
❤ Usia tujuh tahun adalah masa latihan untuk anak. Ketegasan mutlak dibutuhkan ketika anak sudah mencapai usia baligh (rata-rata usia 10 tahun). Semua ibadah mulanya memang butuh paksaan. Baru ketika anak memiliki kesadaran matang, ibadah akan menjadi kebutuhan.
2. Peniadaan perintah dan larangan dalam pendidikan ❤ “Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepadanya, Hai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah. Sungguh menyekutukan Allah itu benar-benar kezhaliman besar”.(Luqman: 13)
❤ Islam dengan gamblang mengajarkan yang taat perintah-Nya dijanjikan surga dan yang melanggar larangan-Nya diancam siksa. Perkataan Luqman di atas yang Allah abadikan dalam Al-Qur’an mengandung perintah dan larangan. Kisah keluarga Luqman ini dapat kita jadikan teladan agar sukses mendidik anak.
3. Orang tua merasa cukup dengan "menitipkan" anak pada sekolah ❤ “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu” (Q.S. At-Tahrim : 6)
❤ Sebelum menyelamatkan anak, orangtua harus selamat terlebih dahulu. Singkatnya, mendidik anak harus dimulai dari mendidik diri. Sebuah perkataan baik dari Imam Syafi’i patut dicamkan, “Perbaikilah dirimu sebelum memperbaiki mereka, karena mata mereka terikat padamu. Apa yang kamu lakukan, mereka anggap baik, apa yang kamu tinggalkan, mereka anggap tidak baik”.
4. Pola pikir anak yang berorientas pada belajar untuk ilmu dunia ❤ Betapa banyak orang tua yang khawatir anaknya tidak bisa matematika daripada kemampuan baca Al-Qur’annya. Proses mencari ilmu yang tidak didasari iman akan melahirkan manusia yang sombong. Kecintaan kepada ilmu harus melahirkan kecintaan kepada agama.
Islam sudah memberikan panduan lengkap dan aplikatif soal pendidikan dan pengasuhan anak. Maka jadikanlah Al-Qur'an dan sunnah sebagai rujukan kita dalam mendidik anak. (an)
📚 Sumber: - Husnaini, M. 2013. Parenting Barat dan Parenting Islam.dakwatun(dot)com - Rahmawati, S. W. 2017. Holisctic Parenting: Pengasuhan Religius berlandaskan Konsep Islam. Jurnal Psiko Utama : 2.
🌷SUPERMOM's NOTE🌷 Edisi #superparenting 8 September 2019
🔖 Email: [email protected] 🔖 Fanpage FB: https://web.facebook.com/supermomwannabefanpage/ 🔖 Twitter: https://twitter.com/supermom_w 🔖 Instagram: https://www.instagram.com/supermom_w/ 🔖 Tumblr: http://supermomwannabee.tumblr.com/ 🔖 WhatsApp: http://bit.ly/supermomwannabe











