SuratAndin #28: Mempertemukan Rindu
Semalam, aku tidur sangat larut. Aku begadang bersama rindu. Katanya, aku harus janjikan pertemuan dulu, agar aku bisa terpejam. Harus. Karena jika sudah kubuat pertemuan, rindu tak akan rewel lagi, begitu alasannya. Mungkin kamu bingung, kenapa aku memberi tahumu. Haha, maaf. Tapi sungguh, ada getar yang sulit dijelaskan, keberanian yang sangat ciut sampai menangis saat kuperintah menjadi berani. Untuk mengatakan ini, untuk menyampaikan keluh si rindu milikku. Jadi (dengan tidak tahu malu) dan sungguh masih dengan menjunjung harga diri. Aku mau mengajakmu mempertemukan rindu. Ah, bukan. Barangkali kamu tidak rindu. Hanya aku.
Jadi begini, maukah menyapa rinduku?
Demi kualitas tidurku, tolong.













