"Syaitan musuh kita sgt mengenal baik qt, bagaimana tdk mrka tdk tdr sedangkan qt tidur, mrka melihat qt sdgkn qt tdk. mrka hidup sejak nenek moyang kita, sdgkan kita mati. Kita ada lalai melawan, sedangkan dia gigih me-nawan"
Jgn qt pikir Org yg udh hijrah, ga berbuat dosa, jidat item, celana cingkrang, udh hafal quran, menguasai byk kitab, pakai cadar udh ga digoda syaitan lg? Masih lah, krn visi misi syaitan itu menjegal hingga ajal. Cuma bentuk godaannya beda, kalau syaitan ga bs membuat seseorang bermaksiat maka, dia akan membuat ibadahnya sia2, diantaranya dengan berbuat riya, atau berlebih2 dalam beragama, mengadakan hal2 baru dalam ibadah sama saja, yg rasul/ sahabat manapun tdk mengerjakannya. Mana bisa? Tentu bisa, Syaitan kan dulu hamba yang taat, termasuk penghulu diantara para malaikat, tentu skrg ahli siasat... membelokan tipis2, samar2. Pdhl selamanya yg hak itu tdk bs dicampurkan dgn yg batil ibarat air dan minyak.
Ini adalah dalil2 rujukan yg jelas agar kita berhati2 dgn bid'ah.
"Jauhilah oleh kalian perkara-perkara baru (dalam urusan agama), sebab setiap perkara yang baru adalah bidah dan setiap bidah adalah sesat" (HR. Abu Dawud no. 4607; Imam Nawawi menilai hadis ini shahih).
"Siapa yang membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak" (HR. Muslim no. 1718).
"Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (muhdatsat), setiap yang diada-adakan itu adalah bidah, setiap bidah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka" (HR. Nasa’i no. 1578; Imam Baihaqi menilai hadis ini tsabit).
Meski pada akhirnya ada ulama2 yg berpendapat bahwa tidak semua bid'ah sesat, tetapi mereka tetap bersepakat menafsirkan hadist2 tadi bahwa pada umumnya bid'ah itu sesat. Artinya kalaupun ada yg tdk sesat itu hanya sedikit kemungkinan.
Jd Mengambil bid'ah itu ibarat berada ditepi jurang antara surga dan neraka. Bila bgtu byk tuntunan ibadah yang tdk diperdebatkan oleh ulama,mengapa kita memilih ibadah yang msh diperdebatkan.
Itu talbis iblis bagi para ahli ilmu, bagi para ahli ibadah. Telah sempurna islam yang dibawa Rasulullah setelah wafatnya,
Ketahuilah bila Syirik adalah pengugur kalimat lailahailallah, maka bid'ah yg sesat adalah pengugur kalimat MuhamadaRasulullah.
Syaitan sgt membenci qt , tp qt kdg nganggap dia teman. Syaitan ingin mencelakai qt, tp qt sering tak sadar mengikuti langkah2nya. Ingat2 trs ayat dibawah ini :
"Katakanlah, maukah kalian kuberi tahu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Mereka adalah orang-orang yang sia-sia perbuatannya di dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya.'' (Al-Kahfi [18] : 103-104).
Suatu ketika seorang murid bertanya pada gurunya "manakah yg siksaannya lebih berat ahlul bid'ah/ ahlul maksiat? "
Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata "Ahlul bid'ah lebih keras (siksanya), dikarenakan bid'ah lebih buruk dari maksiat, dan bid'ah lebih disukai setan daripada maksiat.*
*Pelaku maksiat memungkinkan bertobat. Adapun ahlul bid'ah sedikitpun tidak bertobat, karena ia yakin berada di atas kebenaran. Berbeda dengan pelaku maksiat yang menyadari dia sedang bermaksiat."* (Al-'Ajwibatul Mufiidah hlm. 26 | Kanal Warisan Salaf)
Ikutilah kebenaran bukan mengikuti orang . Ambillah ilmu dari org2 yg mengagungkan dalil bukan dari orang2 yang mendewakan akal, menuhankan logika. Menerima ilmu karena jelas dalil kebenaran yang disampaikan Allah lalu sami'na wa athona suka atau tidak,syariat tidak bisa dipilah pilah ,diterima yang cocok dgn budaya masyarakat . Ditolak yang bertentangan dengan hati dan keinginan.
Hamba2 Allah yang ibadurahman tidak akan membenturkan ayat2 Allah yang mulia, dgn pendapat2 fulan / fulanah. Karena ucapan Allah jelas kebenarannya dan lebih utama
Ini kaidah penting yang harus dibedakan ketika menuntut ilmu antara takdzim dan menghamba, takzim berarti adab dan memuliakan kemudian mengambil hanya kebenaran, bukan sesuatu yg dibenar2kan. Sedangkan menghamba adalah meyakini bahwa panutan yang kita ikuti adalah seorang yang sempurna, yang fatwanya tak pernah salah , hingga kita ikut2, manut, tumut tanpa filter. Numawi jika mau mengambil teladan yang utama ambilah dari mereka para salihin yang telah meninggal dunia, sedangkan yang masih di dunia sekalipun ahli ilmu dan ibadah msh belum dapat dipastikan akhirnya, msh hrs qt saring.
Sabda Rasul, Manusia2 terbaik setelah rasulullah adalah para sahabat, setelah itu para tabi'it tabiin kemudian ulama setelahnya... setelahnya dan setelahnya... dan mereka semua tdk ada yg sempurna, semua pernah salah, sempat keliru dalam berfatwa, Guru2 yang kita ikuti yang sudah seharusnya kita muliakan ... Namun mereka juga manusia biasa, tidak lebih baik dari Rasul dan para Sahabat. Maka Pastikan kepada mereka kita takdzim wa taklim bukan menghamba.
Wallaualam bishowab













